LPHU PWM Jatim Himpun Usul Solutif di Rakorwil untuk Perkuat Pembinaan Haji dan Umrah

MAKLUMAT — Ketua Lembaga Pembinaan Haji dan Umrah (LPHU) PWM Jatim, Dr Sam’un mengingatkan bahwa penyelenggaraan ibadah haji dan umrah selalu dihadapkan pada berbagai persoalan yang perlu disikapi bersama. Menurutnya, pelaksanaan sebuah ibadah selalu memiliki tantangan tersendiri.

“Selalu muncul masalah-masalah itu. Namun kita di sini dalam rangka bukan menyalahkan,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) LPHU PWM Jatim di Gedung PWM Jatim, Surabaya, Ahad (15/2/2026).

Ia menjelaskan, setiap ibadah pasti memiliki tantangan, terlebih ibadah haji yang melibatkan banyak pihak dan regulasi lintas negara. Oleh karenanya, LPHU PWM Jatim akan terus berupaya memperkuat pembinaan agar jamaah dapat menjalankan ibadah dengan baik.

Berbagai persoalan akan muncul, terutama menyangkut hal-hal teknis di lapangan. Sam’un mengingatkan pentingnya mampu membaca situasi dan merumuskan solusi.

Selain itu, ia menyoroti dinamika regulasi yang terus berkembang. Penyelenggara harus menyesuaikan diri dengan kebijakan Pemerintah Indonesia sekaligus regulasi Pemerintah Arab Saudi.

“Kita akan menghimpun usul (pada Rakoworwil ini). Tentunya usul yang membangun, bukan yang menjatuhkan atau cuma untuk menghina,” katanya.

Menurutnya, agenda ini akan menjadi ruang strategis untuk menampung masukan dari daerah. Ia mendorong peserta menyampaikan gagasan yang solutif agar dapat diteruskan kepada para pembuat dan pelaksana kebijakan.

Baca Juga  LHKP PDM Surabaya Siap Kawal Pemilu 2024

Dengan cara itu, LPHU dapat memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada jamaah. Ia berharap forum ini melahirkan rumusan yang bisa segera ditindaklanjuti dan memberi dampak nyata bagi pembinaan haji dan umrah di Jatim.

“Oleh karena itu, rakorwil ini kita adakan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dapat melahirkan banyak hal baik,” jelasnya.