Mahasiswa KKN UINSA Petakan Potensi BUMDes Orobulu, Siapkan Strategi Branding dan Digital Marketing

bumdes

MAKLUMAT — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya memulai program pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Orobulu, Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, dengan melakukan observasi terhadap unit usaha peternakan burung puyuh, Selasa (30/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memetakan potensi sekaligus tantangan yang dihadapi BUMDes dalam mengembangkan usahanya. Observasi dilakukan dengan meninjau secara langsung proses budidaya burung puyuh, produksi telur, hingga sistem pemasaran yang diterapkan.

Dari hasil pengamatan, telur puyuh hasil produksi BUMDes selama ini lebih banyak dipasarkan kepada pengepul, meski pada waktu tertentu juga dijual langsung kepada masyarakat. Kepala Desa Orobulu, Syaikhu, mengatakan BUMDes di desanya baru beroperasi sekitar satu tahun dan saat ini masih berfokus pada satu unit usaha, yakni peternakan burung puyuh.

“BUMDes Desa Orobulu ini baru berjalan kurang lebih satu tahun. Saat ini kami baru mengelola satu bidang usaha, yaitu peternakan burung puyuh. Kendala yang kami hadapi adalah harga pasar yang tidak menentu,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi pengelola BUMDes untuk terus mencari strategi agar usaha tetap berkembang dan mampu memberikan manfaat bagi perekonomian desa.

“Pada empat bulan awal berdiri, BUMDes mampu memperoleh keuntungan yang cukup menjanjikan. Namun, dalam tiga bulan terakhir penjualan mengalami sedikit penurunan karena harga pasar telur puyuh ikut turun,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN UINSA, Imrul Qois, mengatakan bahwa hasil observasi akan menjadi dasar penyusunan program kerja yang berorientasi pada penguatan pemasaran dan identitas usaha BUMDes.

“Melihat permasalahan yang dihadapi BUMDes, kami berharap teman-teman KKN dapat memberikan kontribusi semaksimal mungkin untuk membantu pengembangannya,” ujarnya.

Melalui program pendampingan ini, Qois menekankan bahwa mahasiswa KKN UINSA ingin BUMDes Desa Orobulu dapat meningkatkan daya saing usaha, memperluas pasar, serta mengoptimalkan potensi ekonomi desa melalui pengembangan usaha peternakan burung puyuh berbasis pemasaran digital

“Salah satu fokus yang akan kami lakukan adalah memperkuat branding dan pemasaran digital BUMDes, mulai dari menyusun identitas merek, mengoptimalkan promosi melalui media sosial seperti Instagram dan TikTok, hingga membuat video profil BUMDes agar jangkauan pemasarannya semakin luas,” kata Qois.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki