Mahasiswa UMSURA Cetak Assist, Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Indonesia

MAKLUMAT — Tangis masyarakat pecah di Stadion Gelora Bung Karno, Senin (5/10/2026). Setelah pertandingan panjang yang harus melewati extra time dan adu penalti, Timnas Indonesia di bawah asuhan John Herdman akhirnya mengangkat trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Gelar itu terasa berbeda karena diraih tim nasional level senior dalam ajang yang berada di bawah naungan FIFA. Penantian panjang publik Indonesia akhirnya berakhir setelah skuad Garuda menundukkan Thailand melalui adu penalti dengan skor 4-2.

Perjalanan menuju gelar tersebut tidak mudah. Thailand datang dengan catatan yang kurang bersahabat bagi Indonesia. Dalam 10 pertemuan terakhir, Indonesia tidak pernah mengalahkan Thailand selama hampir satu dekade.

Kemenangan terakhir terjadi pada leg pertama final Piala AFF 2016 di Jakarta dengan skor 2-1, sebelum Thailand membalas 2-0 pada leg kedua di Bangkok. Adapun kali terakhir Timnas Indonesia meraih juara di ajang bergengsi adalah ketika tampil di ajang SEA Games 1991.

Final kali ini berjalan ketat. Indonesia mengawali pertandingan dengan sejumlah serangan ke pertahanan Thailand. Sepakan Ole Romeny dan Mitchell Baker belum menghasilkan gol, sementara tendangan Calvin Verdonk masih melebar dari sasaran.

Baca Juga  Indonesia Bidik Posisi AI Hub Asia Tenggara

Rizky Ridho Masuk

Petaka datang bagi Thailand pada menit ke-81. Nicholas Mickelson menerima kartu kuning kedua setelah menjatuhkan Ole Romeny. Indonesia mendapat tendangan bebas yang kemudian dieksekusi Dean James. Bola membentur Iklas Sanron sebelum masuk ke gawang Thailand dan membuat Indonesia unggul 1-0.

Thailand tidak membutuhkan waktu lama untuk menyamakan kedudukan. Pada menit ke-87, Iklas Sanron mencetak gol yang membuat skor berubah menjadi 1-1. Kedudukan tersebut bertahan hingga babak kedua berakhir dan pertandingan harus dilanjutkan ke extra time.

Di tengah pertandingan yang semakin melelahkan, Rizky Ridho masuk pada babak kedua menggantikan Luke Vickery. Bek Persija Jakarta sekaligus mahasiswa Program Studi S1 Manajemen Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) itu kemudian memiliki peran penting pada penghujung pertandingan.

Indonesia sempat kembali tertinggal pada menit ke-111. Peeradol Chamrasamee membawa Thailand unggul 2-1 setelah memanfaatkan serangan yang dibangun dari lini tengah. Waktu Indonesia semakin menipis ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir extra time.

Namun, sebuah serangan kembali membuka jalan bagi Indonesia. Egy Maulana Vikri yang masuk pada menit ke-101 mengirim bola kepada Rizky Ridho yang bergerak di sisi kiri pertahanan Thailand. Rizky Ridho kemudian meneruskan umpan tersebut ke arah Elkan Baggott.

Baca Juga  Australia Larang Penggunaan Media Sosial untuk Anak, Dosen Unesa: Pelajaran dan Tantangan Indonesia

Baggott menyelesaikan peluang itu pada menit ke-116. Gol tersebut mengubah skor menjadi 2-2 sekaligus menjaga Indonesia dari kekalahan. Pertandingan pun harus ditentukan lewat adu penalti.

Rizky Ridho juga sempat mencoba peruntungannya melalui tendangan jarak jauh. Sepakannya masih dapat diblok barisan pertahanan Thailand. Namun, kontribusinya dalam fase akhir pertandingan akhirnya hadir melalui umpan yang berujung pada gol penyama kedudukan.

Emil Audero Jadi Penentu

Dalam adu penalti, Kevin Diks menjadi penendang pertama Indonesia dan berhasil mencetak gol. Dean James kemudian menjalankan tugas sebagai eksekutor kedua. Elkan Baggott dan Shayne Pattynama juga sukses menjalankan tugasnya sehingga seluruh penendang Indonesia mampu mengonversi kesempatan menjadi gol.

Thailand mulai kehilangan kendali ketika penendang ketiga, Sarach Yooyen gagal mencetak gol. Sepakannya membentur tiang gawang. Kesempatan terakhir Thailand datang melalui Nattapong Sayriya.

Emil Audero membaca arah tendangan Nattapong dengan tepat dan menggagalkannya. Penyelamatan itu sekaligus memastikan Indonesia menang 4-2 dalam adu penalti dan meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.

Di tengah perayaan kemenangan, Rizky Ridho terlihat melakukan sujud syukur di lapangan. Rekan-rekannya kemudian menghampiri dan memeluknya. Malam itu, kontribusi seorang mahasiswa UMSURA ikut menjadi bagian dari cerita ketika Timnas Indonesia mencetak sejarah.

Baca Juga  Abdul Mu'ti: Muhammadiyah Butuh Banyak Kader Anggota Legislatif

 

*) Penulis: M Habib Muzaki