MAKLUMAT — Lagu Sang Surya atau yang dikenal sebagai Mars Muhammadiyah mendadak ramai mengiringi unggahan ucapan selamat untuk Chairul Mukmin setelah dirinya dinobatkan sebagai Juara 1 Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) Season 12 Kompas TV, Sabtu (6/6/2026).
Salah satu ucapan datang dari akun Instagram komika Mamat Alkatiri. Dalam unggahannya, Mamat mengenang perjalanan panjang Mukmin semasa merintis dunia komedi di Yogyakarta. Video ucapan itu menggunakan latar lagu Sang Surya, lagu kebanggaan warga Muhammadiyah yang akrab di telinga kader kampus dan aktivis organisasi otonom Muhammadiyah.
“Selamat @muk_minus atas pencapaiannya sebagai juara 1 Standup Comedy Indonesia, hal yang tak bisa saya dan Kevin Kaks capai,” tulis Mamat Alkatiri dikutip Senin (8/6/2026).
View this post on Instagram
Ia lalu mengenang malam-malam perjuangan komunitas stand up comedy di sekitar kampus Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY).
“Malam-malam gerilya komedi Standupindo UMY di kosan Ali, Motekar, Taman Mustofa kampus, mendoan Gembul, Java Mart, Indomaret Ringroad, Tuan Muda Cafe, serta jalanan Gamping-Gejayan PP telah tiba pada puncaknya,” lanjutnya.
Bagi banyak alumni UMY, iringan Mars Muhammadiyah dalam unggahan itu bukan sekadar musik latar. Lagu tersebut seolah menjadi simbol perjalanan kader muda Muhammadiyah yang tumbuh dari ruang-ruang sederhana, penuh diskusi, tawa, kritik sosial, hingga mimpi besar yang perlahan menemukan jalannya.
Dari Fakultas Agama Islam ke Panggung Komedi Nasional
Di balik gaya komedinya yang santai dan menghibur, Chairul Mukmin ternyata memiliki latar pendidikan yang kuat di bidang keislaman.
Komika asal Ternate, Maluku Utara itu merupakan alumni Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (FAI UMY). Ia tercatat sebagai mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Agama Islam (PAI) angkatan 2012 dan menyelesaikan studinya pada tahun 2017.
Selama kuliah, Mukmin aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan dikenal sebagai kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) FAI UMY. Lingkungan organisasi itulah yang membentuk tradisi berpikir kritis, budaya diskusi, hingga keberanian menyuarakan keresahan sosial yang kini terasa kuat dalam materi stand-up comedy miliknya.
Nuansa itu pula yang membuat unggahan ucapan selamat dengan latar lagu Sang Surya terasa emosional bagi banyak alumni UMY dan kader IMM. Lagu tersebut seperti menjadi penanda perjalanan panjang seorang kader Muhammadiyah yang tumbuh dari forum-forum kecil menuju panggung nasional.
Latar akademiknya di dunia pendidikan Islam juga tercermin dalam skripsi yang ia tulis saat kuliah.
Mukmin mengangkat tema sosial-keagamaan dengan judul “Persepsi Pendidikan Radikal Menurut Pondok Pesantren Islam Darusy Syahadah”. Skripsi tersebut diselesaikan pada 2017 sebagai syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Islam.
Tema itu menunjukkan ketertarikannya pada isu pendidikan, pemikiran Islam, dan dinamika sosial sejak masih menjadi mahasiswa. Perspektif akademis tersebut kemudian dianggap memengaruhi gaya komedinya yang observatif, kritis, namun tetap dekat dengan realitas masyarakat bawah.
Sebelum dikenal luas sebagai komika nasional, Mukmin juga sempat menjalani profesi sebagai guru agama honorer. Pengalaman itulah yang kemudian menjadi sumber utama materi stand-up comedy miliknya.
Ia dikenal konsisten membawakan keresahan dunia pendidikan, mulai dari fasilitas sekolah yang terbatas, kesejahteraan guru honorer, hingga realitas sosial masyarakat kecil.
Dengan gaya penyampaian yang tenang, cerdas, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari, materi Mukmin tidak hanya mengundang tawa, tetapi juga menghadirkan kritik sosial yang menyentuh.
Tumbuh dari Komunitas Stand Up Indo UMY
Perjalanan Chairul Mukmin di dunia komedi tidak lahir secara instan. Ia memulai semuanya dari komunitas kecil di lingkungan kampus.
Mukmin pertama kali aktif di komunitas Stand Up Indo UMY. Di komunitas itulah ia belajar menulis materi, membangun persona panggung, hingga tampil dalam berbagai open mic kampus.
Nama-nama tempat yang disebut Mamat Alkatiri dalam unggahan Instagram—mulai dari kosan Ali, Motekar, Taman Mustofa kampus, hingga kawasan Gamping-Gejayan—menjadi saksi perjalanan generasi komika kampus Muhammadiyah yang tumbuh bersama dari nol.
Setelah mulai menemukan gaya komedinya, Mukmin kemudian memperluas pengalaman dengan bergabung ke komunitas Stand Up Indo Jogja, salah satu komunitas stand-up comedy paling aktif di Indonesia.
Di sana, ia mulai menempa mental tampil, memperkuat karakter observasi sosialnya, hingga belajar langsung dari para senior komika Yogyakarta.
Perjalanan panjang dari forum IMM, ruang kelas Fakultas Agama Islam, komunitas Stand Up Indo UMY, hingga panggung SUCI 12 akhirnya bermuara pada satu momen bersejarah: Chairul Mukmin resmi menjadi Juara Stand Up Comedy Indonesia Season 12 Kompas TV.
Hadiah Mobil Listrik Wuling
Sebagai juara pertama, Chairul Mukmin membawa pulang hadiah uang tunai Rp50 juta dan satu unit mobil listrik Wuling New Air ev Lite.
Wuling Motors menghadirkan kendaraan listrik tersebut sebagai bentuk dukungan terhadap industri kreatif dan generasi muda Indonesia.
“Kami mengucapkan selamat kepada Chairul Mukmin yang berhasil meraih gelar juara Stand Up Comedy Indonesia Season 12,” ujar Brand Communication Senior Manager Wuling Motors, Brian Gomgom.
Menurutnya, kolaborasi bersama KompasTV menjadi bentuk apresiasi terhadap talenta kreatif Indonesia sekaligus menghadirkan kendaraan listrik praktis untuk mobilitas sehari-hari.
Ajang SUCI Season 12 sendiri diikuti lebih dari 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia melalui proses audisi offline dan online. Dari ribuan peserta tersebut, hanya 11 komika yang berhasil masuk babak show hingga tersisa tiga finalis terbaik, yakni Ratanca Setyawan, Mukmin, dan Ejja Saputra.
Grand Final SUCI 12 digelar di Balai Sarbini, Jakarta, dan disiarkan langsung melalui Kompas TV serta kanal YouTube resmi Stand Up KompasTV.
Penampilan Mukmin dinilai konsisten oleh jajaran juri yang terdiri dari Raditya Dika, Abdel Achrian, Nirina Zubir, Ryan Adriandhy, dan Indro Warkop.***














