Mau Dibawa ke Mana Alumni SKN 2025 Bentukan LHKP PP Muhammadiyah?

kip kuliah

MAKLUMAT — Sekolah Kepemimpinan Nasional (SKN) 2025 di bawah naungan Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah telah mengukuhkan lulusan angkatan pertamanya. Ketua Angkatan SKN 2025, Umar Hannase menegaskan bahwa program ini tidak akan berakhir sebagai formalitas semata.

“Sebagai alumni SKN, tentu kita berharap apa yang telah diperoleh selama mengikuti kegiatan dapat diimplementasikan secara kolektif, terutama nilai-nilai kepemimpinan, integritas, moral, dan semangat juang,” jelasnya kepada wartawan Maklumat.id pada Kamis (19/2/2026).

Pada SKN yang pertama ini, sebanyak 23 lulusan angkatan pertama telah dikukuhkan di Aula Gedung PP Muhammadiyah KH Ahmad Dahlan, Yogyakarta, pada Ahad (15/2/2026). Umar menjelaskan bahwa para alumni akan terus berjejaring untuk menciptakan ruang kolaborasi dan gerak nyata.

Menurutnya, hal itu tentu tidak akan mudah. Selain karena ini merupakan angkatan pertama SKN, para alumninya juga berasal dari berbagai wilayah di Indonesia. Namun, ia optimistis bahwa ke depan, meski dengan progres yang bertahap, SKN 2025 akan terus berkembang dan memberi dampak nyata.

“Kami terus berkomunikasi satu sama lain. Nanti akan ada waktunya bahwa secara faktual di lapangan, kita bisa memberikan dampak, baik secara pribadi maupun secara kelembagaan atau organisasi,” jelasnya.

Baca Juga  GERAM PSN Gugat UU Cipta Kerja: Merampas Hak Dasar Masyarakat

Ia menjelaskan bahwa SKN merupakan sekolah yang telah memberikan banyak bekal bagi para pesertanya, mulai dari ilmu hingga jaringan. Semua itu akan terus dirawat hingga seluruh persiapan selesai, para alumninya akan menampilkan wadah berkelanjutan dengan segudang implementasi.

Pria yang juga adalah Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Palu itu menegaskan bahwa ke depan, SKN akan berkontribusi melalui pembangunan gerakan kolektif yang mampu menjangkau berbagai kalangan.

“Kemudian, langkah yang dapat dilakukan agar SKN ini tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tentu perlu ada tindak lanjut. Misalnya, LHKP masing-masing wilayah melakukan pembinaan terhadap alumni-alumni SKN ini agar tetap dikawal, tetap dipantau,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sejak awal para peserta SKN menginginkan adanya ruang kolaborasi strategis. Dalam konteks ini, kepemimpinan dan diaspora Muhammadiyah akan diperkuat secara kolektif melalui gerakan alumni SKN 2025, sehingga tidak lagi berjalan sendiri-sendiri di daerah masing-masing.

“Memang sejak awal, sebagian besar kader-kader yang mengikuti kegiatan SKN ini berharap bahwa selain meningkatkan kapasitas, setelah mengikuti SKN kita bisa lebih kompetitif dan mampu bersaing di luar nantinya,” tandas pria yang juga adalah Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Sulawesi Tengah tersebut.

Baca Juga  Ramadan di Pakel: “Al-Maun Goes to Village” Salurkan Harapan Lewat Dana Pendidikan dan Semangat Kewirausahaan