Media Wahyudi Askar Ajak Mensos dan Kepala BPS Debat Terbuka soal Penentuan Desil

desil

MAKLUMAT — Direktur CELIOS sekaligus akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM), Media Wahyudi Askar, mengajak Menteri Sosial (Mensos) dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) berdiskusi secara terbuka mengenai penentuan desil dan metodologi pengukuran kemiskinan di Indonesia.

Media menyampaikan ajakan tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya @mediaaskar pada Jumat (21/8/2026). Ia mengusulkan diskusi akademik tersebut digelar di UGM atau tempat lain sesuai kesediaan kedua pejabat tersebut.

“Dengan segala kerendahan hati dan sebagai bagian diskursus akademik, saya mengundang Mensos Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti untuk melakukan diskusi dan debat terbuka berkaitan dengan penentuan desil dan metodologi pengukuran kemiskinan di Indonesia,” tulis Media.

Ajakan itu muncul di tengah pertanyaan masyarakat mengenai sejumlah warga berpenghasilan pas-pasan, termasuk mereka yang menerima upah setara UMR, tetapi tercatat dalam kelompok desil 9-10.

Posisi tersebut memicu protes karena dinilai tidak menggambarkan kondisi ekonomi warga yang sebenarnya. Penentuan desil juga berkaitan dengan akses masyarakat terhadap bantuan sosial dan berbagai program pemerintah.

Media meminta pemerintah menjelaskan dasar penentuan desil kepada publik. Menurutnya, pembahasan mengenai data tersebut tidak cukup hanya disampaikan melalui konferensi pers, tabel statistik, atau pernyataan di media.

Baca Juga  BLT Rp 900 Ribu Segera Cair untuk 35,47 Juta Keluarga, Cek Nama Anda di cekbansos.kemensos.go.id

“Karena pada akhirnya, desil itu bukan hanya soal angka. Ada hak atas bantuan sosial, akses terhadap berbagai program pemerintah, serta keputusan negara mengenai siapa yang dianggap membutuhkan dan siapa yang tidak,” ujarnya.

Ia berharap ajakannya dapat direspons oleh Gus Ipul dan Amalia. Diskusi tersebut, menurut Media, dapat digunakan untuk membahas dasar pengukuran kemiskinan, metode yang digunakan dalam menentukan desil, serta asumsi yang mendasari pengolahan data.

Media menegaskan bahwa ajakan tersebut tidak dimaksudkan untuk membawa kepentingan politik. Ia ingin persoalan desil dibicarakan dalam ruang akademik dengan membuka data, metodologi, dan dampaknya terhadap kebijakan pemerintah.

“Ini sesederhana diskusi akademik, tanpa kepentingan politik. Untuk membahas data, metodologi, asumsi, serta implikasi kebijakan dari penentuan desil dan pengukuran kemiskinan di Indonesia,” jelasnya.

Hingga saat ini, unggahan Media telah mendapatkan hampir 20 ribu tanda suka dan dibagikan sebanyak 3 ribu kali. Ratusan komentar turut memberikan dukungan kepada Media serta berharap Mensos Gus Ipul dan Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti bersedia hadir dalam diskusi tersebut.

 

*) Penulis: M Habib Muzaki