“PDIP menyampaikan sikap tegas menolak segala bentuk intervensi militer Amerika Serikat di Venezuela, termasuk penculikan Presiden Nicolas Maduro dan istrinya melalui operasi militer,” kata Megawati di hadapan ribuan kader partai.
Menurut Presiden ke-5 RI itu, dunia saat ini kembali dihadapkan pada praktik lama yang seharusnya sudah ditinggalkan, yakni intervensi, pemaksaan kehendak, dan penggunaan kekuatan militer terhadap negara berdaulat.
Megawati menegaskan tindakan Amerika Serikat tidak dapat dibenarkan dalam kerangka hukum internasional. Aksi tersebut bertentangan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) serta prinsip dasar hubungan antarnegara.
“Ini adalah wujud nyata neokolonialisme dan imperialisme modern yang mengingkari Piagam PBB,” tegasnya.
Ia menekankan bangsa Indonesia secara konsisten menolak tatanan global yang membenarkan dominasi kekuatan militer atas kedaulatan bangsa lain. Demokrasi sejati tidak lahir dari moncong senjata, keadilan tidak tumbuh dari agresi sepihak dan peradaban tidak dibangun di atas penghinaan terhadap martabat bangsa.
Megawati juga mengingatkan sejak Konferensi Asia Afrika yang digagas Presiden pertama RI, Soekarno, Indonesia telah berdiri di garis depan perlawanan terhadap imperialisme dalam segala bentuknya.
Karena itu, lanjut dia, PDIP menyerukan penyelesaian konflik internasional melalui dialog, diplomasi, dan mekanisme hukum internasional, bukan melalui kekerasan militer yang hanya memperpanjang penderitaan rakyat sipil.