Mengapa Ojol Diprioritaskan? Ini Alasan Khofifah dan Zulhas Salurkan 600 Paket Sembako di Gresik

Khofifah bagikan sembako kepada Ojol Gresik

MAKLUMAT – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) memprioritaskan pengemudi ojek daring (ojol) sebagai salah satu penerima bantuan dalam penyaluran 600 paket sembako di GOR Tri Dharma Petrokimia Gresik, Rabu (15/7). Langkah tersebut dilakukan karena pekerja sektor informal dinilai paling rentan terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.

Dalam program Gerakan Hari Jaminan Ketahanan Pangan (Hajatan), Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama PT Petrokimia Gresik menyalurkan 600 paket sembako kepada masyarakat. Sebanyak 200 paket diberikan kepada pengemudi ojol, sedangkan 400 paket lainnya disalurkan kepada nelayan dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Petrokimia Gresik.

Setiap paket berisi beras SPHP 5 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kilogram, dan tepung terigu 1 kilogram.

Khofifah menjelaskan, pengemudi ojol menjadi salah satu kelompok yang paling merasakan dampak ketika harga kebutuhan pokok meningkat. Sebab, penghasilan mereka bergantung pada pendapatan harian yang tidak menentu sehingga lebih rentan terhadap gejolak ekonomi.

“Fluktuasi harga kebutuhan pokok dapat langsung berdampak pada kesejahteraan keluarga mereka. Karena itu diperlukan kepekaan sosial dan langkah intervensi yang tepat,” kata Khofifah dalam keterangan tertulis.

Baca Juga  Khofifah Blusukan Kandang Banteng, Cek Harga Sembako di Pasar Templek Kota Blitar

Menurutnya, bantuan pangan merupakan salah satu upaya pemerintah menjaga daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan, di tengah dinamika ekonomi global yang masih berlangsung.

Khofifah menilai sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, pemerintah daerah, dan badan usaha milik negara seperti PT Petrokimia Gresik menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan sekaligus memperkuat perlindungan sosial bagi masyarakat.

Ia berharap bantuan tersebut dapat mengurangi beban pengeluaran keluarga sehingga anggaran yang sebelumnya digunakan untuk membeli kebutuhan pokok dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti biaya pendidikan anak maupun perawatan kendaraan yang menjadi sarana mencari nafkah bagi pengemudi ojol.

Sementara itu, Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengapresiasi kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan PT Petrokimia Gresik dalam menyukseskan program ketahanan pangan nasional.

Menurut Zulhas, Jawa Timur selama ini menjadi salah satu daerah yang berperan penting dalam menjaga ketersediaan stok serta kelancaran distribusi pangan nasional.

“Melalui kegiatan Hajatan ini, kami ingin masyarakat semakin sejahtera. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi memperhatikan kesejahteraan masyarakat, khususnya di Gresik,” ujar Zulhas.

Program tersebut diharapkan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat rentan, tetapi juga menjaga daya beli di tengah potensi kenaikan harga bahan pokok.***

Baca Juga  Menteri Pertanian Amran Sulaiman Dorong Riset Kampus Berdampak Nyata bagi Masyarakat