Disediakan layanan Perawat, Kemensos Perkuat MBG untuk Lansia dan Disabilitas

Disediakan layanan Perawat, Kemensos Perkuat MBG untuk Lansia dan Disabilitas

MAKLUMATKementerian Sosial (Kemensos) memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lansia dan penyandang disabilitas dengan menambahkan layanan perawat atau caregiver. Kebijakan ini menjadi bagian dari penguatan care economy untuk kelompok rentan.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan penguatan program tersebut tengah disiapkan oleh Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kemensos. Program permakanan yang sebelumnya berjalan kini diperluas dengan layanan pendampingan dan perawatan bagi penerima manfaat.

“Program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas tidak hanya soal makanan. Kami lengkapi dengan caregiver agar lansia juga mendapatkan perawatan yang layak,” kata Gus Ipul di Kantor Kemensos, Jakarta, Rabu (31/12/2025).

Kemensos memprioritaskan bantuan MBG bagi lansia berusia di atas 75 tahun yang hidup sendirian. Sementara bagi penyandang disabilitas, layanan disesuaikan dengan kondisi dan tingkat kebutuhan, termasuk kebutuhan pengasuhan harian.

Gus Ipul menegaskan penguatan MBG sejalan dengan arahan Presiden agar program bantuan sosial tidak bersifat parsial, tetapi berdampak langsung terhadap kualitas hidup kelompok rentan.

“MBG untuk lansia dan disabilitas akan kami perkuat dengan care economy. Skemanya sedang dirancang agar pelaksanaannya berjalan optimal,” jelas dia.

Di sisi lain, pemerintah memproyeksikan ekosistem Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG mampu menyerap hingga 1,5 juta tenaga kerja pada periode 2025–2026. Program ini diharapkan menjadi instrumen strategis dalam menekan angka kemiskinan ekstrem.

Baca Juga  Mensos Gus Ipul Ajak Kepala Daerah se-Jatim Sukseskan Sekolah Rakyat

Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko Pemberdayaan Masyarakat, Nunung Nuryartono menyebut lebih dari 25 ribu SPPG akan tersebar di seluruh Indonesia.

“Melalui program ini, kami ingin membuktikan bahwa kemiskinan ekstrem bisa dihentikan dan masyarakat miskin mendapatkan akses kerja produktif,” kata Nunung.

Pemerintah menargetkan sedikitnya 10 ribu warga miskin ekstrem terserap dalam lapangan kerja melalui program tersebut. Hingga kini, sebanyak 300 peserta telah mengikuti pelatihan dalam skema percontohan.

*) Penulis: R Giordano

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *