Menteri Pertanian Siapkan Rp3 Triliun untuk Pertanian dan Peternakan Jawa Timur

pertanian

MAKLUMAT — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Jawa Timur masih memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Provinsi ini menjadi salah satu penghasil utama sejumlah komoditas pertanian dan peternakan, mulai dari padi, jagung, ayam, telur, gula hingga susu.

“Kalau kompak, tidak berisik, produksinya naik. Padi nomor satu, jagung nomor satu, ayam nomor satu, telur nomor satu, gula nomor satu, susu juga nomor satu,” ujar Amran seusai menghadiri peringatan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (12/10/2026).

Menurut Amran, capaian produksi tersebut didukung koordinasi antara pemerintah daerah dan DPRD Jawa Timur. Ia menilai hubungan kerja yang kondusif di tingkat daerah dapat membantu menjaga produktivitas sektor pertanian. Pemerintah pusat pun berencana memperkuat dukungan agar kapasitas produksi Jawa Timur terus meningkat.

Salah satu bentuk dukungan tersebut berupa alokasi anggaran sekitar Rp3 triliun untuk sektor pertanian dan peternakan di Jawa Timur. Pemerintah menyiapkan anggaran itu untuk mengembangkan ekosistem pertanian daerah, termasuk mendukung proyek strategis jangka panjang.

“Kami telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp3 triliun untuk sektor pertanian dan peternakan di Jawa Timur pada periode ini,” tegas Amran.

Baca Juga  Presiden Prabowo Pastikan Kebutuhan Pangan Aman Menjelang Idulfitri 1446 H

Salah satu fokus pengembangan ialah pembangunan infrastruktur peternakan modern. Melalui upaya tersebut, pemerintah ingin memperkuat kemampuan produksi daerah agar tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar. Pengembangan peternakan juga diharapkan menopang ketersediaan komoditas pangan di Jawa Timur.

Amran mengatakan penggunaan anggaran membutuhkan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan DPRD. Menurut dia, dukungan anggaran perlu disertai regulasi dan pengawasan legislatif agar program yang dijalankan sesuai kebutuhan petani dan peternak di lapangan. Ia juga menekankan pentingnya keberpihakan kebijakan anggaran kepada pelaku sektor pertanian.

“Sinergi antara pusat, provinsi dan daerah harus terus diperkuat, khususnya dalam mengawal keberpihakan anggaran bagi para petani dan nelayan di lapangan,” kata Amran.

Ia menambahkan, pengawasan terhadap anggaran bernilai triliunan rupiah itu diperlukan untuk memastikan penyalurannya tepat sasaran. Pemerintah ingin anggaran tersebut memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang bekerja di sektor pertanian, terutama mereka yang mengelola sawah dan ladang.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap rupiah dari anggaran ini bisa dirasakan manfaatnya langsung oleh mereka yang bekerja di sawah dan ladang,” ujarnya.

Selain membahas peningkatan produksi, Amran menyampaikan kesiapan pemerintah menghadapi potensi El Niño yang dapat memengaruhi sektor pertanian. Perubahan cuaca dan kemungkinan kemarau panjang menjadi perhatian karena dapat mengganggu kegiatan produksi. Ia menyebut pemerintah telah menyiapkan langkah antisipasi sejak dua tahun sebelumnya untuk mengurangi risiko tersebut.

Baca Juga  Sektor Pangan Indonesia Tetap Terkendali di Tengah Ketegangan dan Konflik Global

“Segala persiapan sudah dilakukan sejak dua tahun lalu,” jelasnya.

Amran juga menepis kekhawatiran mengenai ancaman kemarau panjang. Ia menyebut sejumlah wilayah, termasuk Jakarta, Sulawesi, dan Ambon, mulai mengalami hujan. Meski demikian, persiapan menghadapi perubahan cuaca tetap menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga produksi pangan.

Terkait ketersediaan beras, Amran menyatakan stok pemerintah masih berada pada tingkat aman. Ia menyebut kapasitas gudang mencapai sekitar 3 juta ton, sedangkan persediaan beras yang dimiliki pemerintah mencapai 4,5 juta ton. Angka tersebut ia sampaikan untuk menggambarkan kondisi persediaan beras yang tersedia saat ini.

“Ketersediaan beras masih dianggap aman, karena beras yang tersedia masih mencapai 3 juta ton hingga 4,5 juta ton,” katanya.

Amran optimistis ketahanan pangan nasional masih dapat diperkuat melalui peningkatan produksi dalam negeri. Pemerintah menargetkan swasembada pangan berkelanjutan di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Dalam upaya tersebut, Jawa Timur diharapkan terus berkontribusi sebagai salah satu daerah penyangga kebutuhan pangan nasional.

Pada akhir keterangannya, Amran menyampaikan ucapan selamat atas Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur. Ia berharap kerja sama pemerintah pusat dan daerah dapat mendukung peningkatan produksi pangan serta memperkuat posisi Jawa Timur dalam sektor pertanian nasional.

Baca Juga  Apa Itu Gerakan Indonesia Menanam yang Diinisiasi Ustaz Adi Hidayat?

“Selamat Hari Jadi ke-81 untuk Provinsi Jawa Timur. Dengan kerja sama ini, saya yakin Jatim akan makin unggul dan terus menjadi benteng pangan Indonesia,” kata Amran.

 

*) Penulis: Humanika Dian Nusantara