MAKLUMAT — Muhammadiyah Lampung melalui Lazismu menyalurkan langsung amanah donasi dari masyarakat Lampung bagi para penyintas banjir dan tanah longsor di Sumatera Barat. Penyaluran bantuan yang terdiri dari logistik dan 500 paket family kit tersebut dilakukan secara maraton selama tiga hari, 28 hingga 30 Desember 2025.
Aksi kemanusiaan tersebut melibatkan kolaborasi lintas wilayah yang solid. Penyaluran bantuan di lapangan dikawal langsung oleh empat relawan Muhammadiyah Lampung, yakni Firdaus Armansyah, Apriza Bagus Saputra, Ficky Arnanda, dan Tri Priyo Saputro, yang bahu-membahu bersama relawan Muhammadiyah Sumatera Barat menyisir lokasi terdampak.
Berdasarkan data lapangan, bantuan disalurkan ke sejumlah titik terparah yang tersebar di beberapa kabupaten. Di Kabupaten Pesisir Selatan, bantuan menyasar Kecamatan Bayang dan Nagari Bayang Utara. Tim juga bergerak ke Kecamatan Lubuk Alung di Kabupaten Padang Pariaman.
Di Kabupaten Agam, distribusi difokuskan pada Nagari Salareh Aia Timur Kecamatan Palembayan dan Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang Kecamatan Tanjung Raya. Selain itu, relawan juga menjangkau dua lokasi terdampak di Kabupaten Solok.
Penyaluran bantuan tersebut disambut antusias warga dan tokoh setempat. Ketua Koordinator Logistik Poskorwil Muhammadiyah Sumatera Barat, Doli Putra, menegaskan pentingnya dukungan logistik dari luar daerah untuk mempercepat pemulihan.
“Kedatangan kawan-kawan dari Lampung membawa energi baru bagi kami. Manajemen logistik yang rapi membuat distribusi 500 paket ini bisa tepat sasaran dan efisien. Kami sangat mengapresiasi ketangguhan relawan yang turun langsung ke titik terdampak bencana,” ujar Doli, dalam keterangan tertulis yang diterima Maklumat.id, Ahad (4/1/2026).
Senada, Manajer Area Lazismu Sumatera Barat, M Amirul Ramli, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kepercayaan para donatur. Ia menyebut, bantuan itu adalah wujud nyata ta’awun.
“Ini adalah bukti nyata ta’awun atau tolong-menolong dalam tubuh Persyarikatan dan masyarakat umum. Amanah donasi masyarakat Lampung ini sangat berarti bagi saudara kita di Sumatera Barat. Terima kasih telah mempercayakan penyalurannya kepada Muhammadiyah dan LAZISMU, semoga menjadi amal jariyah,” katanya.
Di tingkat basis, bantuan tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh warga. Syafriul, salah satu perwakilan dari Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Palembayan, menyebut bahwa family kit menjadi salah satu kebutuhan mendesak yang sering kali terlewatkan.
“Paket family kit ini sangat krusial karena berisi kebutuhan harian keluarga yang memang hilang atau rusak saat banjir. Warga Palembayan merasa sangat terbantu dan tidak merasa sendiri menghadapi musibah ini,” sebutnya.
Dampak kehadiran relawan dirasakan sangat mendalam oleh warga, tidak hanya dari segi materi tetapi juga pendampingan fisik dan mental. Salah seorang warga terdampak di Jorong Labuah yang akrab disapa Pak Iyek, mengungkapkan rasa syukur atas kelengkapan layanan yang dibawa dan diberikan oleh Relawan Muhammadiyah Lampung.
Para relawan, kata dia, tidak hanya datang menurunkan barang, tetapi juga membuka layanan kesehatan dan berbagai layanan non-medis sejak tanggal 6 hingga 28 Desember 2025 yang sangat dibutuhkan warga saat situasi darurat.
“Kami sangat bersyukur, Relawan Muhammadiyah ini layanannya lengkap sekali. Selain kasih barang, mereka memberikan layanan pemeriksaan kesehatan pada warga, menyalurkan air bersih, dan memberikan layanan sekolah darurat serta layanan psikososial agar anak-anak kami ceria lagi,” tutur Pak Iyek.
Ia menambahkan, sentuhan spiritual yang diberikan relawan juga menjadi penguat hati warga. Termasuk ketika para relawan mengajar mengaji dan memberikan siraman rohani bagi para penyintas bencana.
“Yang paling menyentuh hati, di tengah kondisi begini, mereka masih sempat mengajar anak-anak kami mengaji dan memberikan siraman rohani bagi kami para orang tua. Jadi bukan cuma perut yang diisi, tapi hati kami juga ditenangkan. Terima kasih banyak Relawan Muhammadiyah,” sorot Pak Iyek.
“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada warga persyarikatan muhammadiyah dan masyarakat Lampung. Bantuan ini sampai ke kampung kami. Rasanya senang sekali ada yang jauh-jauh datang dari Lampung untuk menengok dan bantu kami di sini. Semoga relawan dan para donatur diberi sehat dan kelapangan rezekinya,” sambung Pak Iyek, usai menerima bantuan.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan diharapkan dapat meringankan beban para penyintas bencana di Sumatera Barat, sekaligus mempererat solidaritas kemanusiaan antarprovinsi di Indonesia.