Nadhif Rizqi Handrianto: Dari Ketum IPM Smamda Sidoarjo hingga Golden Ticket ke ITS

Nadhif Rizqi Handrianto, murid Smamda Sidoarjo yang berhasil meraih golden ticket di Prodi Teknik Kimia ITS. (Foto: Ernam/ IST)

MAKLUMAT — Nadhif Rizqi Handrianto, murid kelas XII-3 SMA Muhammadiyah 2 (Smamda) Sidoarjo, berhasil mendapatkan golden ticket untuk berkuliah di Program Studi (Prodi) Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.

“Alhamdulillah sangat senang sekali dan bersyukur kepada Allah yang sudah memberikan kesempatan mengabulkan salah satu mimpi saya, yakni untuk berproses di ITS,” ujar Nadhif.

Kampus Impian Sejak Lama

ITS memang disebutnya sebagai kampus yang ia impi-impikan, sekaligus mewujudkan harapan sederhananya untuk membahagiakan kedua orang tua serta almamater sekolah tercinta.

Sejak kecil, Nadhif mengaku telah menaruh mimpi untuk bisa melanjutkan studi di ITS, salah satu kampus yang dianggap legendaris di tanah air.

Sosok yang pernah menjabat Ketua Umum Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Smamda Sidoarjo periode 2024-2025 itu meyakini pencapaiannya tersebut bukanlah semata hasil kerja keras pribadi, melainkan buah dari doa-doa orang tua yang tak pernah putus dan kehendak Allah Swt.

“Saya sangat yakin, apa yang saya dapatkan ini tidak hanya dari usaha saya sendiri, tetapi juga dari doa orang tua. Allah yang membukakan semuanya,” sebutnya.

“Banyak sekali usaha yang sudah dilakukan untuk saya selama hidup. Kasih sayang dan doa yang tiada hentinya,” imbuh Nadhif.

Baca Juga  Juara Umum ME Confest 2025: SD Mudipat Pucang, Spemdalas GKB, dan Smamda Sidoarjo

Banggakan Almamater Smamda Sidoarjo

Motivasi Nadhif bukan hanya untuk mewujudkan mimpi dan membahagiakan sang orang tua. Sebagai mantan Ketua Umum IPM Smamda Sidoarjo, ia juga bertekad memberikan prestasi dan kebanggaan, serta menjaga nama baik sekolah.

Menurutnya, Smamda Sidoarjo bukan hanya sekolah yang memberikan pelajaran berupa pengetahuan yang diajarkan para guru, tetapi menjadi bagian dari proses untuk terus tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan berkarakter.

“Saya ingin membanggakan nama besar Smamda di mana pun berada. Sekolah ini sudah menjadi bagian dari proses saya untuk terus upgrade diri menjadi pribadi yang lebih baik,” kelakarnya.

“Alhamdulillah untuk kuliah saya berusaha masuk di salah satu top PTN, yakni ITS Surabaya,” sambung remaja berkacamata itu.

Perjalanan Mendapatkan Golden Ticket

Perjuangannya untuk meraih golden ticket menuju ITS bukan perkara mudah, meskipun ia mengakui jalan yang dilaluinya cukup lancar karena pertolongan Allah Swt dan doa-doa orang-orang di sekitarnya, terutama kedua orang tua.

Nadhif menceritakan, perjalanannya memperjuangkan golden ticket bermula dari informasi yang ia dapatkan dari salah seorang alumni Smamda Sidoarjo yang kini berkuliah di ITS. Dari sana, ia menelusuri laman resmi hingga media sosial (medsos) Instagram ITS Admission dan menemukan program golden ticket yang baru diluncurkan tahun ini.

Baca Juga  Waka Smamda Sidoarjo: Pendidikan Demokrasi Penting Bagi Pemilih Pemula

Sebagai informasi, golden ticket ITS memiliki beberapa kategori, di antaranya Ketua OSIS, Content Creator, Student Entrepreneur, serta Student Athlete. Syarat utamanya adalah murid eligible, memiliki prestasi, serta memilih ITS sebagai pilihan pertama dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).

Melihat peluang tersebut, Nadhif melangkah mantap. Statusnya sebagai Ketua Umum IPM 2024/2025 dan masuk dalam 10 besar murid eligible menjadi modal penting.

Untuk kategori Ketua OSIS/IPM, ia harus menyiapkan esai kontribusi selama menjabat, surat rekomendasi sekolah, surat keterangan eligible, daftar prestasi, serta nilai rapor. Bagian tersulit, menurutnya, adalah ketika menyiapkan dan menyusun esai.

“Prosesnya cukup lama saat membuat esai kontribusi, karena saya harus memikirkan apa yang ingin disampaikan agar bisa menarik perhatian pembaca,” kisah Nadhif.

Dukungan Pihak Sekolah

Namun, ia tidak berjalan sendiri. Dukungan pimpinan sekolah dan guru Bimbingan Konseling (BK) menjadi penguat langkahnya. “Alhamdulillah dengan bantuan sekolah, sering berkonsultasi dengan pimpinan dan guru BK membuat proses pendaftaran semakin cepat dan mudah,” katanya.

Lebih jauh, Nadhif menandaskan bahwa pencapaiannya mendapatkan golden ticket di Teknik Kimia ITS tersebut bukanlah akhir dari perjalanannya meraih mimpi. Ke depan, ia bertekad untuk dapat memberikan kontribusi di dunia industri.

Baca Juga  Siti Munjiyah: Pelopor Perempuan Progresif dari Rahim Aisyiyah

Perjalanan panjang perjuangan Nadhif, dari sekolah swasta hingga meraih golden ticket di ITS memberikan inspirasi bagi murid-murid lain, khususnya di Smamda Sidoarjo, bahwa mimpi yang dijaga dengan doa, kerja keras, dan dukungan lingkungan yang tepat akan menemukan jalannya. Selamat!