​Nyawa Penumpang Taruhannya! Kemenhub Tekor Rp 11 Triliun, DPR: Jangan Korbankan Ram Check

bus

​MAKLUMAT – Keselamatan transportasi nasional sedang berada di ujung tanduk. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus membongkar fakta mengejutkan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih kekurangan anggaran jumbo sebesar Rp 11 triliun. Defisit ini dituding menjadi penghambat utama pembenahan sistem keamanan transportasi di tanah air.

​Ia menegaskan keterbatasan fiskal tidak boleh menjadi alasan untuk abai terhadap nyawa publik. Rentetan kecelakaan maut, mulai dari bus hingga kereta api, yang belakangan kerap terjadi

​”Saya tegaskan, jangan pernah korbankan ram check (pemeriksaan keselamatan). Bus, kereta, pesawat, hingga kapal harus diperiksa ketat. Di tengah cekaknya anggaran, keselamatan orang harus jadi prioritas nomor satu!,” tandas Lasarus dikutip, Sabtu (16/5/2026)

​Lasarus mengungkapkan kekurangan dana ini berdampak serius pada proyek-punyak strategis. Mulai dari pembangunan underpass dan flyover untuk menghapus lintasan sebidang yang maut, hingga proyek jalur ganda (double-double track) kereta api yang masih mangkrak di banyak titik.

​Bahkan, lanjut dia, bantuan presiden (Banpres) senilai Rp 4 triliun yang dikucurkan Presiden Prabowo Subianto pascakecelakaan di Bekasi Timur disebut belum cukup. Masih ada lebih dari 1.000 titik lintasan sebidang yang mengancam nyawa setiap harinya.

Baca Juga  PAN Siap Dukung Evaluasi Tunjangan dan Fasilitas Anggota DPR

​”Untuk urusan keselamatan, tidak ada istilah ‘tidak punya uang’. Kita harus cari simpul persoalannya dan perkuat dukungan politik agar anggaran ini segera terpenuhi,” cetus Lasarus.

​Krisis anggaran sebesar Rp 11 triliun di Kemenhub adalah sinyal bahaya bagi sektor transportasi publik. Ketergantungan pada Banpres menunjukkan bahwa perencanaan anggaran reguler belum mampu mengantisipasi tingginya risiko kecelakaan di lapangan.

Jika pemerintah tidak segera melakukan realokasi anggaran atau mencari skema pembiayaan alternatif, maka kebijakan Zero Accident hanya akan menjadi slogan di atas kertas.

Prioritas pada ram check yang ditekankan DPR adalah langkah taktis jangka pendek yang wajib dikawal ketat agar operator transportasi tidak bermain mata dengan standar keselamatan demi efisiensi biaya.