Ormas Madas Laporkan Armuji ke Polda Jatim, Tom Liwafa: Haruskah Kita Diam?

Ormas Madas Laporkan Armuji ke Polda Jatim, Tom Liwafa: Haruskah Kita Diam?

MAKLUMAT — Ormas Madas Sedarah telah melaporkan Wakil Wali Kota Surabaya Armuji ke Polda Jatim pada Senin (5/1/2026) terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Anggota Komisi VII DPR RI, Arizal Tom Liwafa mengkritik langkah yang dilakukan oleh Madas.

Pelaporan itu berangkat dari unggahan Armuji di media sosial yang diduga memuat informasi tidak benar yang menyeret nama Madas. Unggahan tersebut kemudian disebut memicu aksi perusakan Kantor Madas di Surabaya oleh kelompok yang mengatasnamakan Arek Suroboyo pada Jumat (26/12/2025) silam.

Melalui akun Instagram pribadinya @tomliwafa pada Selasa (6/1/2026), Tom Liwafa menyoroti posisi Armuji. Ia menyebut bahwa Armuji yang datang dengan niat mendengar dan menjenguk warga, tetapi justru berhadapan dengan laporan hukum.

“Di Surabaya, ada seorang nenek Elina yang hidup sederhana. Rumahnya dirampas oleh oknum ormas. Lalu seorang wakil wali kota datang untuk menjenguk dan mendengar. Namun yang terjadi justru sebaliknya. Yang datang dengan empati malah harus berhadapan dengan laporan polisi,” katanya.

Tom Liwafa juga menyinggung oknum yang menurutnya berlindung di balik atribut organisasi dan identitas tertentu. Ia menilai persoalan itu tidak sekadar menyangkut pasal hukum, tetapi soal keberanian melindungi warga yang lemah.

“Oknum yang berlindung di balik atribut organisasi, bersembunyi di balik nama besar suku, merasa kuat karena kedekatan dengan kekuasaan lokal, lalu memainkan peran korban saat tindakannya dipertanyakan. Ini bukan soal pasal, ini soal keberanian kita melindungi yang lemah,” ujarnya.

Baca Juga  Pemkot Surabaya Klaim PLTSa Benowo Tak Cemari Lingkungan, Emisi Jauh di Bawah Batas

Ia mempertanyakan dampak lanjutan jika pejabat publik yang hadir membela warga justru dilaporkan. Tom Liwafa lalu mengajak masyarakat untuk tidak diam dan menunjukkan kepedulian terhadap masa depan Kota Surabaya.

“Kalo sekelas wakil walikota diginikan, berikutnya siapa yang dilaporkan? UMKM? Ojol? Rakyat biasa? Haruskah kita diam? Salam satu nyali. Jika kalian peduli dengan masa depan Surabaya yang guyub, sebarkan,” katanya.

*) Penulis: M Habib Muzaki

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *