Legislator PAN Desak Indonesia Aktif Lawan Agresi AS ke Venezuela, Ingatkan Bahaya Preseden Global

pan

MAKLUMAT— Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi mendesak pemerintah Indonesia mengambil peran lebih aktif merespons agresi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela. Serangan sepihak tersebut mencerminkan merosotnya penghormatan terhadap hukum internasional.

” Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Pasal 2 ayat (4) secara tegas melarang penggunaan kekuatan atau ancaman kekuatan terhadap kedaulatan dan keutuhan wilayah negara lain. Venezuela adalah negara berdaulat. Tidak ada justifikasi hukum internasional bagi negara mana pun untuk melancarkan serangan militer sepihak,” ujar Okta kepada wartawan, Rabu (7/1/2026).

Okta mengungkapkan agresi AS berpotensi menciptakan preseden berbahaya dalam tatanan global. Jika praktik tersebut dibiarkan, konflik bersenjata dapat semakin mudah terjadi di berbagai kawasan dunia. Meski secara geografis Indonesia jauh dari Venezuela. Namun jika agresi militer dinormalisasi, dunia akan menghadapi eskalasi konflik yang lebih luas dan tidak terkendali.

Selain aspek geopolitik, ia juga menyoroti perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di Venezuela. Ia meminta Kementerian Luar Negeri RI segera menyiapkan langkah evakuasi apabila situasi keamanan memburuk.

“Negara wajib melindungi segenap bangsa Indonesia sebagaimana amanat Pembukaan UUD 1945. Keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama,” tandasnya.

Baca Juga  ​Kerusuhan Iran Telan 538 Korban Jiwa, Komisi I DPR RI Desak Pemerintah Segera Amankan WNI!

Okta mendorong pemerintah, khususnya Kementerian Luar Negeri, agar lebih vokal dan aktif dalam diplomasi multilateral, baik di forum regional maupun global, guna mendorong de-eskalasi konflik dan menjaga stabilitas internasional. Ia juga menyoroti meningkatnya pesimisme publik dunia terhadap efektivitas PBB dalam menangani konflik yang melibatkan negara-negara besar.

“Indonesia perlu mendorong reformasi PBB agar organisasi ini benar-benar berfungsi adil, berwibawa, dan efektif dalam menjaga perdamaian serta keamanan dunia,” tegas Okta.