Paspor Jemaah Haji Basah, Petugas Ingatkan Risiko Besar Akibat Kelalaian Kecil

paspor jemaah haji

MAKLUMAT – Di tengah derasnya arus kedatangan jemaah haji Indonesia di Prince Mohammed Bin Abdulaziz International Airport, sebuah kejadian sederhana namun berisiko tinggi sempat mencuri perhatian. Paspor jemaah haji ditemukan dalam kondisi basah.

Peristiwa itu dialami dua jemaah asal Banjarmasin. Meski sempat menimbulkan kekhawatiran, situasi berhasil diatasi setelah petugas berkoordinasi cepat dengan otoritas bandara Arab Saudi.

Kepala Daerah Kerja Bandara Abdul Basir memastikan dokumen tersebut masih dapat dibaca dan tidak menghambat proses kedatangan. Namun, ia menegaskan bahwa kejadian itu bukan hal sepele.

”Kalau sampai rusak atau tidak terbaca, dampaknya bisa panjang. Karena seluruh sistem layanan haji sekarang sudah terintegrasi secara digital,” ujarnya.

Tidak hanya paspor, kartu Nusuk juga menjadi sorotan. Petugas beberapa kali menemukan kartu identitas tersebut tercecer di area kedatangan. Padahal, kartu itu menyimpan seluruh “identitas digital” jemaah. Mulai visa, hotel, hingga jadwal ibadah di Arafah.

Di tengah sistem yang semakin modern, kelalaian kecil justru bisa berujung pada hambatan besar. Karena itu, jemaah diimbau menyimpan dokumen dalam pelindung tahan air serta memastikan selalu berada dalam jangkauan.

”Ini bukan sekadar kertas, tapi kunci seluruh layanan selama di Tanah Suci,” tegas Abdul Basir.

Baca Juga  PPIH Terbitkan Edaran, Atur Mekanisme Penggabungan Pasangan Jemaah Terpisah dalam Penempatan di Makkah

Dengan jumlah kedatangan yang telah menembus lebih dari separuh gelombang I, kewaspadaan terhadap hal-hal mendasar seperti itu menjadi bagian penting dari kelancaran ibadah. (*)