MAKLUMAT — Pengurus Besar Persatuan Pelajar Islam atau PB PII melakukan kunjungan silaturahmi dengan Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji, Muhadjir Effendy di Kantor Penasihat Khusus Presiden, Jakarta pada Kamis (5/3/2026).
Pertemuan ini dipimpin langsung oleh Ketua Umum PB PII, Kevin Prayoga bersama jajaran pengurus harian. Kepada Muhadjir, mereka melaporkan bahwa kepengurusan baru organisasi pelajar Islam tertua di Indonesia itu baru saja dilantik di Jakarta pada 28 Februari 2026 silam.
“Dalam kesempatan ini, kami juga memaparkan sejumlah rencana program yang bertujuan meningkatkan partisipasi pelajar dalam kegiatan organisasi serta memperluas jangkauan kaderisasi di berbagai daerah,” jelas Kevin dalam keterangan tertulis.
Silaturahmi ini bukan hanya menjadi momentum memperkenalkan kepengurusan baru periode 2026-2028, namun juga menjadi ajang untuk menyampaikan sejumlah agenda dan program strategis organisasi untuk periode kepengurusan ke depan.
Kevin memaparkan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen memperkuat peran PII sebagai wadah pembinaan pelajar yang tidak hanya unggul dalam aspek keislaman, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan kepemimpinan.
Menanggapi hal tersebut, Muhadjir Effendy menyambut baik kunjungan silaturahmi para jajaran PB PII. Ia memberikan sejumlah pesan dan motivasi agar organisasi pelajar tersebut terus berinovasi dalam merancang program-program yang relevan dengan minat generasi muda.
Menurutnya, PII perlu menghadirkan kegiatan yang kreatif dan menarik agar mampu menjangkau lebih banyak pelajar. Ia mencontohkan kegiatan-kegiatan yang bersifat rekreatif sekaligus membangun kebersamaan, seperti fun run, kegiatan olahraga, maupun aktivitas sosial yang melibatkan banyak pelajar.
“Anak-anak muda sekarang perlu pendekatan yang kreatif. Program seperti fun run atau kegiatan yang menyenangkan bisa menjadi pintu masuk untuk menarik minat pelajar bergabung dengan PII,” ujarnya.
Selain itu, Muhadjir juga mendorong para pengurus PII untuk terus meningkatkan kapasitas intelektual dengan memperluas akses pendidikan. Ia bahkan menganjurkan agar para kader tidak ragu melanjutkan studi hingga ke luar negeri guna memperkaya wawasan dan pengalaman.














