MAKLUMAT — Penyaluran bantuan daging sapi untuk tradisi Meugang dari Presiden Prabowo Subianto di Kabupaten Aceh Tengah menuai sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Aceh Tengah (PDPM), yang menyatakan kekhawatirannya terkait mekanisme distribusi yang dinilai kurang transparan dan rawan salah sasaran, terlebih telah menjadi perbincangan masyarakat setempat.

Sekretaris PDPM Aceh Tengah, Khosi, menyoroti ketidakjelasan kriteria penerima manfaat di tingkat desa. Meski Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah menyatakan seluruh kampung akan menerima bantuan tersebut, di lapangan muncul keluhan mengenai tidak adanya daftar penerima yang dipublikasikan secara terbuka.
“Kami meminta pemerintah daerah dan aparat desa untuk membuka data penerima secara transparan. Bantuan ini adalah amanah Presiden untuk warga yang benar-benar membutuhkan, terutama yang terdampak bencana, bukan untuk kepentingan kelompok tertentu,” tandasnya, dalam keterangan kepada Maklumat.id, Kamis (19/2/2026).
Khosi juga mendesak Pemkab Aceh Tengah agar segera menyampaikan laporan yang jelas supaya penyaluran tidak menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat.
Tanpa laporan yang transparan, ia khawatir pembagian daging per Kepala Keluarga (KK) dapat memicu konflik horizontal di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, Khosi menyoroti total anggaran yang disalurkan Presiden Prabowo, khususnya ke Kabupaten Aceh Tengah, mencapai Rp8,05 miliar untuk bantuan sapi Meugang yang dibagikan kepada penyintas bencana hidrometeorologi.
“Apalagi arahan dari Presiden Prabowo Setiap desa terdampak bencana dijanjikan anggaran sekitar Rp50 juta untuk pengadaan daging sapi,” sorotnya.
Senada, Ketua PDPM Aceh Tengah, Zinger, mengingatkan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah agar tidak terjadi pemotongan atau pengalihan bantuan dalam bentuk lain.
“Kita akan berkomitmen akan terus mengawal proses distribusi ini hingga ke tangan warga yang berhak,” tegasnya.
Zinger juga menegaskan pentingnya pengawasan ketat, mengingat adanya laporan di sejumlah daerah lain di mana bantuan daging diterima warga dalam kondisi tidak layak konsumsi atau bahkan busuk.
“Jangan sampai niat baik Pak Presiden Prabowo untuk membantu rakyat Aceh justru dinodai oleh oknum-oknum di daerah yang tidak amanah dalam menyalurkan bantuan,” tandasnya.












