Pendidikan Jadi Garda Terdepan, Senator Lia Istifhama Apresiasi Peluncuran Integrasi Kurikulum Anti-Narkoba dari Kemendikdasmen dan BNN RI

lia istifhama

MAKLUMAT – Langkah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) meluncurkan Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) menuai apresiasi dari anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal Jawa Timur, Lia Istifhama.

Program ini menjadi bagian dari penguatan Aksi Nasional Anti Narkotika “ANANDA BERSINAR” (Anak Bersih Narkoba). Peluncuran IKAN juga dirangkai dengan pemberian penghargaan Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) kepada sejumlah kepala daerah dan insan pendidikan yang aktif dalam gerakan pencegahan narkoba.

Ning Lia, sapaan akrab Lia Istifhama menegaskan, IKAN merupakan langkah strategis untuk memperkuat upaya pencegahan melalui jalur pendidikan formal. Ia menilai pendekatan integratif tanpa menambah mata pelajaran baru sebagai kebijakan yang tepat dan realistis.

“Integrasi materi anti narkoba ke dalam kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler merupakan langkah efektif. Pendidikan harus menjadi garda terdepan dalam membangun ketahanan generasi muda terhadap bahaya narkoba,” ujar Ning Lia di sela Deklarasi Jawa Timur Bersih Narkoba (Bersinar) di Surabaya, Jumat (13/2/2026).

Ia menjelaskan peluncuran IKAN adalah sinergi pusat dan pemerintah daerah (pemda) terkait menjadikan Jawa Timur sebagai provinsi percontohan nasional dalam upaya pemberantasan narkoba.

Baca Juga  Indonesia Peringkat 2 TBC di Dunia, Senator Lia Istifhama Tegaskan Darurat Pengendalian Nasional

Kegiatan ini, lanjut Ning Lia yang juga anggota MPR RI tersebut, menjadi bagian dari langkah strategis mendukung akselerasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, sekaligus mempertegas posisi Jawa Timur sebagai gerbang baru Nusantara yang aman dan berdaya saing.

Kehadiran sejumlah tokoh penting dalam deklarasi Jawa Timur Bersinar menunjukkan kuatnya sinergi lintas sektor. Di antaranya Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kepala BNN RI Komjen Pol. Dr. H.C. Suyudi Ario Seto, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia H. Yandri Susanto, serta Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Terkait hal ini Ning Lia menjelaskan pendekatan IKAN selaras dengan model pembelajaran berbasis pencapaian konsep atau concept learning. Model ini menekankan pemahaman mendalam, bukan sekadar hafalan.

Menurut keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa itu, pembelajaran konseptual mendorong siswa memahami prinsip, teori, definisi, hingga relasi antar konsep secara komprehensif. Dalam konteks pendidikan anti narkoba, peserta didik tidak hanya mengetahui bahaya narkoba, tetapi juga memahami dampak dan risikonya sehingga mampu membangun ketahanan diri.

“Proses pembelajaran yang mendorong berpikir kritis dan eksploratif akan memperkuat internalisasi nilai-nilai anti narkoba dalam karakter siswa sejak usia dini,” tegasnya.

Baca Juga  Efisiensi Katering Hingga Hotel Bintang 5 di Haji 2026, Senator Lia istifhama Apresiasi Kemenhaj

Ning Lia juga mendorong sinergi lintas sektor agar implementasi IKAN berjalan konsisten dan berkelanjutan di seluruh Indonesia. Ia berharap kurikulum ini mampu membentuk karakter, meningkatkan literasi bahaya narkotika, serta memperkuat daya tangkal generasi muda terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba.

“Integrasi Kurikulum Anti Narkoba harus diterapkan secara luas di seluruh satuan pendidikan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, sehat, dan bebas narkoba,” tandas Putri tokoh NU Jawa Timur almarhum KH Maskur Hasyim ini.