Pendidikan Karakter Peduli Lingkungan, SD Muhammadiyah 24 Surabaya Terapkan Budaya Lunchbox saat English Camp

Para murid SD Muhammadiyah 24 Surabaya mempraktikkan budaya lunchbox ramah lingkungan. (Foto: Dini/ IST)

MAKLUMAT — Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya menerapkan budaya lunchbox ramah lingkungan sebagai bentuk membangun karakter peduli lingkungan sekaligus upaya mengurangi sampah plastik, pada agenda English Camp yang diselenggarakan di Kebun Bibit Wonorejo, Kota Surabaya, Kamis (9/6/2026).

Mengusung tema “The Little Explorers: Discover, Play, Speak”, kegiatan ini dikemas melalui pembelajaran kontekstual dengan strategi belajar konstruktivisme yang menggembirakan. Agenda tersebut diikuti murid kelas bilingual jenjang kelas 2 hingga 4.

Dalam kegiatan itu, Sekolah Karakter memberikan himbauan kepada seluruh siswa dan guru pendamping untuk membawa kotak bekal kosong serta tumbler. Norma Setyaningrum SPd MPd, menyampaikan bahwa aturan tersebut diterapkan dalam kegiatan English Camp untuk menanamkan kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

“Selama kegiatan belajar bahasa inggris, kita juga perlu memerhatikan kondisi lingkungan dengan tidak merusak tanaman, menjaga kebersihan, termasuk membuang sampah pada tempatnya,” ujarmya.

Norma menambahkan, himbauan membawa kotak bekal dan tumbler juga menjadi langkah konkret Sekolah Karakter dalam mengurangi penggunaan sampah plastik. Menurutnya, plastik memang sering dipilih masyarakat sebagai wadah makanan karena praktis dan efektif, terutama untuk makanan basah dan berair, namun banyak yang belum menyadari dampak buruknya bagi tubuh maupun lingkungan.

Baca Juga  Skema Baru SPMB, Smamda Sidoarjo Sudah Hampir Penuhi Target Meski Pendaftaran Masih Buka

Ia menilai, plastik yang digunakan lalu dibuang menjadi sampah dapat memicu persoalan serius karena sulit terurai. Akibatnya, penumpukan sampah plastik bisa menjadi salah satu penyebab bencana lingkungan.

“Plastik yang telah digunakan kemudian dibuang menjadi sampah, tidak langsung hancur, melainkan butuh proses bertahun-tahun baru bisa terurai, dengan lama waktu tersebut, maka sampah yang kita buang akan menumpuk bahkan menggunung yang dapat menyebabkan masalah lingkungan seperti aroma tidak sedap bahkan terjadi banjir,” tambahnya.

Melalui langkah sederhana tersebut, Sekolah Karakter SD Muhammadiyah 24 Surabaya berupaya menanamkan karakter peduli lingkungan kepada siswa. Harapannya, kebiasaan membawa kotak bekal dan tumbler tidak hanya dilakukan saat agenda English Camp, tetapi menjadi budaya yang diterapkan di sekolah, rumah, maupun lingkungan sehari-hari.