MAKLUMAT — PP Muhammadiyah melepas tim relawan spesialisasi psikososial Kader Wahana Kemanusiaan Muhammadiyah (KawanMu) gelombang pertama untuk diberangkatkan dan mengemban misi kemanusiaan di dua titik bencana, yakni Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, serta Pidie Jaya, Aceh.
Prosesi pelepasan tim relawan KawanMu di bawah naungan MPKS PP Muhammadiyah itu dilangsungkan di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Senin (12/1/2026), dengan dihadiri langsung oleh Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin.
Dalam kesempatan itu, Izzul mengapresiasi peran strategis relawan KawanMu sebagai bagian dari dakwah kemanusiaan Muhammadiyah. Menurutnya, kerja-kerja kemanusiaan harus dijalankan melalui mekanisme kelembagaan yang kuat, profesional, dan akuntabel agar kepercayaan publik tetap terjaga.
“Perlu mekanisme dan kelembagaan yang baik serta pertanggungjawaban yang jelas, sehingga masyarakat memiliki kepercayaan. Ketika ada donatur mempercayakan bantuannya, KawanMu harus mampu menyampaikan amanah tersebut dengan baik,” ujarnya.
Izzul juga menyampaikan tiga pesan utama kepada para relawan KawanMu. Pertama, para relawan diminta untuk bekerja secara terukur, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta tidak memaksakan diri hingga menguras energi dan menyulitkan pihak lain.
Kedua, ia mengingatkan para relawan sebagai duta Persyarikatan yang membawa nama baik Muhammadiyah dan KawanMu. Sebab itu, para relawan diharapkan mampu menjaga sikap dan perilaku, sekaligus memberikan keteladanan demi memperbaiki kondisi dan situasi di lapangan.
Ketiga, para relawan diminta untuk senantiasa menjaga niat dan motivasi, mengingat tantangan di lapangan tidaklah ringan. Motivasi kemanusiaan, kata dia, harus tetap sejalan dengan tujuan awal pengabdian serta diwujudkan melalui pelaksanaan tugas yang penuh tanggung jawab.
Lebih jauh, Izzul juga menyinggung filosofi bunyanun marshush sebagaimana termaktub dalam Al-Quran Surat As-Shaff ayat 4, yang menekankan pentingnya persatuan, kedisiplinan, dan kerapian koordinasi dalam setiap kerja kemanusiaan.
“Allah menyukai hamba-Nya yang berjuang dalam barisan yang teratur, seperti bangunan yang tersusun kokoh (bunyanun marshush). Dalam konteks kebencanaan dan sosial, ini berarti tidak boleh ada celah, harus ada kerapian koordinasi, dan bersatu di bawah satu kepemimpinan,” jelasnya.
“Kehadiran KawanMu merupakan wujud nyata dari barisan kokoh tersebut,” tandas pria yang juga pernah menjabat Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah itu.
Sementara itu, Sekretaris MPKS PP Muhammadiyah, Jasra Putra, mengungkapkan saat ini sekitar 500 relawan KawanMu telah masuk dalam proses rekrutmen dan tengah mengikuti tahapan pelatihan serta pemberangkatan secara bergelombang.
“MPKS akan terus melatih relawan KawanMu secara masif di seluruh daerah, tidak hanya di Sumatera,” tandasnya.
“Ke depan, kami mengutamakan optimalisasi relawan lokal di daerah masing-masing agar respons terhadap persoalan sosial dan kebencanaan bisa lebih cepat dan mandiri. Bukan berarti kita menginginkan bencana terjadi, tetapi bagaimana kita sudah bersiap ketika bencana itu datang,” lanjut Jasra Putra.
Penguatan kapasitas relawan daerah, kata Jasra, menjadi bagian dari strategi jangka panjang MPKS PP Muhammadiyah dalam membangun sistem respons kemanusiaan yang berkelanjutan, terkoordinasi, dan berbasis kekuatan lokal.
Ketua Satgas Relawan KawanMu MPKS PP Muhammadiyah, M Arif An, menjelaskan bahwa tim relawan psikososial gelombang pertama tersebut akan langsung berintegrasi dengan MDMC (Muhammadiyah Disaster Management Center) yang telah lebih dahulu berada di lokasi bencana.
“Alhamdulillah, tim psikososial yang diinisiasi MPKS ini akan bergabung dengan rekan-rekan MDMC di Tapanuli Selatan dan Pidie Jaya. Kepercayaan ini menjadi momentum bahwa KawanMu akan selalu siap hadir di garis depan kegiatan sosial dan kebencanaan. Kami hadir untuk melengkapi kekuatan Muhammadiyah dalam melayani umat,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, tim asistensi KawanMu di lapangan juga memperoleh dukungan dari jejaring kader Muhammadiyah lintas sektor, termasuk unsur kepolisian, sebagaimana ditunjukkan oleh dukungan Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Faisol Amir.
Pelepasan secara resmi tim relawan psikososial KawanMu oleh PP Muhammadiyah, diharapkan tidak hanya membantu pemulihan fisik dan mental warga terdampak bencana, tetapi juga menghadirkan dakwah rahmatan lil ‘alamin melalui aksi kemanusiaan yang terorganisir, profesional, dan berlandaskan amanah.