MAKLUMAT – Presiden RI Prabowo Subianto mengundang pimpinan organisasi masyarakat (ormas) Islam dan pengasuh pondok pesantren ke Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (3/2/2026). Pertemuan ini membahas keputusan pemerintah Indonesia bergabung dengan Board of Peace, forum internasional yang belakangan memicu kontroversi di ruang publik.
Informasi yang diperoleh awak media menyebutkan, Presiden Prabowo akan menjelaskan secara langsung latar belakang, tujuan, serta posisi strategis Indonesia dalam Dewan Perdamaian yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Keputusan Indonesia bergabung dengan Board of Peace menuai sorotan, terutama di kalangan ormas Islam, menyusul beredarnya informasi mengenai besaran iuran keanggotaan yang disebut mencapai sekitar Rp16,7 triliun. Pemerintah menilai perlu membuka ruang dialog untuk meluruskan berbagai persepsi sekaligus menyerap pandangan dari tokoh-tokoh umat.
Sejumlah pejabat negara turut hadir mendampingi Presiden, yakni Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Letkol Inf Teddy Indra Wijaya, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, serta Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji Muhadjir Effendy. Ketua MPR RI Ahmad Muzani juga hadir dalam pertemuan tersebut.
Sedangkan dari unsur pimpinan nasional ormas Islam, Presiden mengundang antara lain Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf, Ketua Umum MUI Anwar Iskandar, Ketua Umum Wahdah Islamiyah Muhammad Zaitun Rasmin, Ketua Umum Dewan Dakwah Adian Husaini, Ketua Umum IKADI Ahmad Kusyairi Suhail, Ketua Umum ICMI Arif Satria, Ketua Umum Mathla’ul Anwar Embay Mulya Syarief, Ketua Umum Al-Irsyad Al-Islamiyah Faisol Nasar Madi, Presiden Syarikat Islam Hamdan Zoelva, serta Ketua Umum Al-Wasliyah Masyhuril Khamis.
Presiden juga mengundang tokoh-tokoh Islam dan pimpinan pesantren besar, di antaranya Quraisy Shihab, Yusuf Hamka, KH Hasan Abdullah Sahal (Pondok Modern Darussalam Gontor), KH Abdul Hakim Mahfudz (Pesantren Tebuireng), Gus Ahmad Kafabihi Mahrus (Pesantren Lirboyo), KH Ahmad Fuad Noerhasa (Pesantren Sidogiri), KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah (Pesantren Zainul Hasan Genggong), serta sejumlah pengasuh pesantren dari Jawa dan luar Jawa.
Selain itu, jajaran sekretaris jenderal dan pimpinan perempuan ormas Islam turut hadir, di antaranya Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti, Sekjen PBNU Saifullah Yusuf, Sekjen MUI Amirsyah Tambunan, Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa, serta Ketua Umum PP Aisyiyah Salmah Orbayinah.
Pertemuan ini diharapkan menjadi forum komunikasi strategis antara pemerintah dan elemen umat Islam dalam menyikapi kebijakan luar negeri Indonesia, khususnya yang berkaitan dengan isu perdamaian global dan keadilan internasional.***













