MAKLUMAT — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut kinerja ekonomi Jakarta saat ini berada di atas rata-rata nasional. Ia juga menekankan perubahan cara kerja di Balai Kota yang berfokus pada transparansi dan kepercayaan publik. Hal itu disampaikan dalam Silaturahim Idulfitri 1447 H di Gedung Dakwah Muhammadiyah DKI Jakarta, Sabtu (4/4/2026). Dia menyampaikan apresiasi kepada warga Muhammadiyah atas dukungan yang diberikan.
“Saya juga berterima kasih. Hampir setiap pagi saya selalu mendapat pesan WhatsApp dari warga Muhammadiyah yang memotivasi dan menyemangati,” ujar Pramono.
Hal itu, lanjut Pram, berpengaruh pada semangatnya dalam memimpin Jakarta, yang hasilnya bisa disaksikan bersama. Pertumbuhan ekonomi Jakarta saat ini mencapai 5,21 persen, lebih tinggi dibandingkan nasional yang berada di kisaran 4–5 persen. Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta tetap berjalan meski dikurangi pemerintah pusat. Rahasianya tidak lain karena pendekatannya menitikberatkan pada kepercayaan publik.
“Yang saya bangun sekarang adalah kepercayaan APBD kita walaupun kemarin dipotong Rp15 triliun, pembangunan tetap berjalan,” ucapnya.
Ia memaparkan perubahan tata kelola di Balai Kota, termasuk penerapan rapat daring yang lebih efisien serta pengambilan keputusan secara terbuka. Seluruh persoalan, kata dia, dibahas dan diputuskan secara transparan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
Menurut Pramono, sejumlah proyek tidak sepenuhnya bergantung pada APBD. Pembangunan Taman Bendera Pusaka, misalnya, dibiayai tanpa menggunakan anggaran daerah. Skema serupa diterapkan di beberapa titik lain seperti Bundaran Semanggi, Dukuh Atas, dan Bundaran Hotel Indonesia dengan melibatkan partisipasi masyarakat.
Ia membuka peluang pemberian nama pada taman atau fasilitas sosial sebagai bentuk kontribusi warga. Menurutnya, kebijakan itu berdampak pada meningkatnya kualitas ruang publik sekaligus menambah pendapatan daerah. “Dalam triwulan pertama ini, kita sudah bisa mengumpulkan Rp7,5 triliun dari skema seperti itu,” ujarnya.
Pramono juga menceritakan penertiban lahan parkir di kawasan Tanah Abang yang telah berlangsung puluhan tahun. Ia menyebut langkah tegas diambil untuk menata kawasan tersebut agar lebih tertib. “Kalau maunya bersih, ya bisa. Kalau tidak, ya tidak akan pernah bersih,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga menyinggung pentingnya persatuan dalam konteks global, khususnya di antara negara-negara dengan mayoritas penduduk Muslim. “Kalau ukhuwah Islamiyah benar-benar dijalankan, konflik yang terjadi seharusnya bisa lebih cepat diselesaikan,” ucap Pramono.













