PSLSC Umsida Teken MoU dengan Tjiwi Kimia, Jajaki Kerja Sama Bidang Lingkungan dan Teknologi Berkelanjutan

Umsida menandatangani MoU dan MoA dengan PT Tjiwi Kimia pada Rabu (22/4/2026). (Foto: Humas)

MAKLUMAT — Pusat Studi Lingkungan dan Smart City Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (PSLSC Umsida) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Nota Kesepakatan (MoA) dengan PT Tjiwi Kimia, dalam kunjungan strategis pada Rabu (22/4/2026).

Langkah tersebut sekaligus dalam rangka memperingati Hari Bumi yang jatuh setiap tanggal 22 April. Kedua belah pihak menjajaki peluang kerja sama dalam bidang lingkungan dan teknologi berkelanjutan. Pihak Umsida diwakili Koordinator Pusat Studi Umsida Dr Noor Fatimah M SH MH dan Ketua PSLSC Umsida Dr Ir Syamsudduha Syahrorini ST MT, serta Dr Cindy Cahyaning Astuty, Dr Uce Indayani, dan Edwin Tinda Kusuma MPd sebagai anggota.

Ketua PSLSC Umsida, Dr Ir Syamsudduha Syahrorini ST MT, menyebut bahwa selain memperingati Hari Bumi, penjajakan kerja sama tersebut merupakan langkah Umsida dalam memperkuat sinergi antara dunia akademik dan industri, khususnya dalam menghadapi tantangan lingkungan dan pengelolaan sumber daya yang berkelanjutan.

“Momentum Hari Bumi dimanfaatkan sebagai pengingat pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya, dalam keterangan yang diterima Maklumat.id pada Kamis (23/4/2026).

Dengan kolaborasi tersebut, lanjut perempuan yang akrab disapa Dr Rini ini, Umsida ingin memberikan solusi berbasis teknologi untuk mendukung industri yang lebih hijau, sekaligus meningkatkan kontribusi akademisi dalam pembangunan berkelanjutan.

Baca Juga  Indonesia – India Teken MoU, Menkomdigi: Bangun Ekosistem Digital Inklusif dan Berkelanjutan.

“Jadi kami harap nanti bisa membuka peluang pengembangan riset terapan, implementasi teknologi ramah lingkungan, serta program edukasi dan pemberdayaan masyarakat berbasis smart city,” kata dosen Prodi Teknik Elektro itu.

Pada sisi lain, PT Tjiwi Kimia menyambut baik rencana kolaborasi tersebut dan menyatakan kesiapan untuk berkontribusi dalam berbagi pengalaman praktek terbaik (best practices) terkait pengelolaan lingkungan di sektor industri.

Beberapa ruang lingkup kerja sama yang akan dikembangkan meliputi riset kolaboratif di bidang lingkungan dan industri hijau; implementasi teknologi monitoring lingkungan berbasis IoT; program magang dan peningkatan kompetensi mahasiswa; pengabdian kepada masyarakat berbasis keberlanjutan; serta edukasi dan kampanye lingkungan melalui program 3R .

PT Tjiwi Kimia yang diwakili oleh Manajer Benny Haryawan ST SH MM, menilai bahwa saat ini kesenjangan kemampuan mahasiswa dengan dunia industri cukup tinggi. Sebab itu, ia berharap MoU dan MoA yang terjalin dengan Umsida dapat mendorong peningkatan kemampuan dan pengalaman langsung mahasiswa.

“Adanya MoU dan MoA inilah sangat penting dilakukan karena bisa belajar di industri saat PKL, magang menjadi pengalaman langsung mahasiswa,” katanya.

Sementara itu, Wiwin ST MM dari Tim Humas Tjiwi Kimia menyebut bahwa saat ini dunia industri membutuhkan orang-orang yang mau belajar, bukan hanya orang-orang yang pintar.

Baca Juga  Kolaborasi Umsida – Unusida, Kenalkan Coding Kreatif Berbasis Scratch kepada Guru dan Siswa

“Karena dalam bekerja butuh tim work yang solid, etos kerja tinggi, hal inilah yang perlu disiapkan oleh mahasiswa,” tandasnya.

Sebagai tindak lanjut dari rencana kerja sama tersebut, kedua pihak sepakat untuk mengimplementasikan program perdana melalui kegiatan sharing session bertajuk “Penerapan 3R (Reduce, Reuse, Recycle): Strategi dan Tantangan”, yang direncanakan bakal berlangsung pada 27 April 2026 nanti, dengan menghadirkan narasumber dari pihak industri serta Ketua PSLSC.

Sharing session tersebut dimaksudkan untuk mengkaji strategi efektif dalam penerapan konsep 3R di lingkungan industri dan masyarakat, mengidentifikasi tantangan teknis dan non-teknis dalam pengelolaan limbah; mendorong inovasi berbasis teknologi dalam mendukung ekonomi sirkular; serta meningkatkan kesadaran serta partisipasi sivitas akademika dan masyarakat.

Dr Rini menandaskan bahwa momentum peringatan Hari Bumi kali ini menjadi tanda bahwa kolaborasi antara akademisi dan industri merupakan kunci dalam menciptakan masa depan yang lebih hijau, tangguh, dan berkelanjutan.