Efek Domino Konflik Global: Ketua DPR Puan Maharani Desak Pemerintah Mitigasi Lonjakan Harga Pangan dan Energi

Ketua DPR Puan Maharani desak pemerintah memitigasi harga kebutuhan pokok April 2026.

MAKLUMAT – Eskalasi geopolitik global mulai menghantam sektor domestik secara nyata. Ketua DPR RI Puan Maharani memberikan peringatan keras kepada Pemerintah untuk segera mengambil langkah mitigasi untuk antisipasi lonjakan harga kebutuhan pokok.

“Konflik geopolitik global kini sudah masuk ke urusan dapur nasional. Ada lonjakan harga energi dan bahan pokok yang sangat memberatkan, terutama bagi kelompok ekonomi rentan,” tegas Puan dalam keterangan tertulisnya, Rabu (22/4/2026).

Harga Minyak Goreng Tembus Rp60 Ribu

Fenomena meroketnya harga komoditas menjadi sorotan utama. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada pekan ketiga April 2026, sebanyak 207 kabupaten/kota (57,5% wilayah Indonesia) melaporkan kenaikan harga minyak goreng.

Secara nasional, rata-rata harga terkerek dari Rp19.358 menjadi Rp19.592 per liter. Namun, disparitas harga di wilayah timur Indonesia sangat memprihatinkan. Di Kabupaten Intan Jaya, Papua, harga minyak goreng dilaporkan menyentuh angka fantastis Rp60.000 per liter.

“Perubahan harga kebutuhan pokok ini bukan sekadar angka statistik, tapi langsung memengaruhi komposisi pengeluaran harian rumah tangga. Bagi keluarga dengan ekonomi ketat, ini adalah beban berat,” ujar perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR RI tersebut.

BBM dan LPG Nonsubsidi Ikut Meroket

Kondisi dapur rumah tangga kian terjepit setelah Pemerintah menaikkan harga BBM nonsubsidi. Tak berhenti di situ, harga LPG nonsubsidi pun resmi melonjak hingga 18%. Puan menyoroti dampak turunan dari kenaikan energi ini terhadap logistik bahan pangan.

Baca Juga  Wakil Ketua Komisi II DPR RI: Kita Sedang Mencari Alternatif Sistem Pemilu yang Lebih Baik untuk Indonesia

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini juga membeberkan fakta di lapangan mengenai kelangkaan stok subsidi yang memaksa warga beralih ke produk nonsubsidi. “Di banyak daerah, masyarakat kesulitan mendapat BBM subsidi. Mereka terpaksa membeli nonsubsidi yang harganya sudah naik signifikan,” ungkapnya.

Negara Harus Hadir di Dapur Rakyat

Cucu Bung Karno ini meminta otoritas fiskal dan moneter tidak tinggal diam menghadapi ketidakpastian konflik global, terutama ketegangan antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang memicu inflasi dunia.

Tiga Desakan Utama Puan Maharani:

  1. Pengendalian Harga: Segera intervensi pasar sebelum memicu ekspektasi kenaikan barang lain.

  2. Mitigasi Geopolitik: Menyiapkan skenario cadangan energi jika konflik berkepanjangan.

  3. Keadilan Ekonomi: Memberikan penjelasan transparan terkait alasan dan durasi kenaikan harga energi kepada publik.

“Negara harus hadir pada titik ketika kebutuhan dasar mulai terasa berat di dapur rumah tangga. Di situlah kualitas kebijakan diuji secara nyata,” pungkas Puan.***