MAKLUMAT — Isu pemerataan akses pendidikan kembali menjadi sorotan anggota DPRD Jawa Timur dari Dapil Malang Raya, Puguh Wiji Pamungkas. Ia menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan bantuan sosial, melainkan investasi strategis untuk menjaga masa depan dan kedaulatan bangsa.
Penegasan tersebut telah disampaikan Puguh saat menghadiri penyaluran bantuan biaya pendidikan bagi peserta didik prasejahtera di SMA Negeri 1 Bululawang, Kabupaten Malang, Selasa (30/12/2025) lalu. Kegiatan ini digelar bersama Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Malang dan diikuti 1.244 siswa penerima manfaat.
Program bantuan ini merupakan bagian dari beasiswa bagi siswa prasejahtera dan penyandang disabilitas yang dialokasikan melalui Perubahan APBD (PAPBD) Jawa Timur Tahun 2025.
Puguh menyebut, kebijakan tersebut menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dan DPRD Jatim dalam menjawab tantangan ketimpangan akses pendidikan.
“Pendidikan adalah fondasi utama pembangunan sumber daya manusia. Jika akses pendidikan terhambat karena faktor ekonomi, maka yang terancam bukan hanya masa depan anak-anak, tetapi juga masa depan bangsa,” ujar Puguh dalam rilisnya, Sabtu (3/1/2026).
Ia menjelaskan, melalui PAPBD 2025, tercatat 48.373 siswa di Jawa Timur menerima beasiswa, dengan 1.851 siswa berasal dari Kabupaten Malang.
Menurutnya, angka ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari sistem pendidikan hanya karena keterbatasan biaya.
Sebagai putra daerah Malang, Puguh menilai pengawalan langsung terhadap program pendidikan menjadi tanggung jawab moral wakil rakyat. Ia menekankan pentingnya memastikan program berjalan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh kebutuhan siswa.
“Ini bukan sekadar bantuan biaya sekolah. Ini adalah investasi jangka panjang. Dari pendidikan yang kuat akan lahir generasi yang berdaya saing, dan dari generasi yang unggul akan terbangun kedaulatan bangsa,” tegas anggota Komisi E DPRD Jatim ini.
Lebih lanjut, Puguh menyoroti posisi Jawa Timur sebagai provinsi dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Indonesia. Kondisi tersebut, kata dia, menjadikan kualitas pendidikan dan penguatan SDM sebagai isu krusial yang harus menjadi prioritas kebijakan.
“Ketika pendidikan dikelola dengan baik dan merata, kualitas generasi meningkat. Dan ketika kualitas generasi meningkat, maka eksistensi serta kedaulatan bangsa akan semakin kokoh,” pungkasnya.
Melalui program beasiswa ini, Puguh berharap negara benar-benar hadir dalam menjamin hak pendidikan bagi seluruh anak Jawa Timur, sekaligus menjadikan pembangunan manusia sebagai poros utama pembangunan daerah.