MAKLUMAT – Final Piala Dunia 2026 di Stadion New York New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7) pagi WIB, tidak hanya melahirkan Spanyol sebagai kampiun baru usai menekuk Argentina 1-0. Laga melelahkan selama 106 menit yang dituntaskan oleh gol Ferran Torres ini juga menjadi panggung pecahnya berbagai rekor monumental dalam sejarah sepak bola modern.
Turnamen yang mencatatkan diri sebagai edisi terpanjang dengan total 104 pertandingan ini menyisakan deretan rekor mencengangkan, baik dari kubu sang juara bertahan maupun sang penakluk.
View this post on Instagram
Berikut adalah kompilasi rekor yang tercipta di Final Piala Dunia 2026 seperti dilansir laman FIFA:
1. Pertahanan Paling Baja dalam Sejarah
Sepanjang turnamen, lini belakang Spanyol tampil nyaris tanpa celah. La Roja tercatat hanya kebobolan 1 gol dari fase grup hingga partai final. Ini adalah jumlah kemasukan paling sedikit bagi sebuah tim pemenang Piala Dunia dalam satu edisi turnamen.
2. Rekor Clean Sheet Unai Simon
Solidnya pertahanan Spanyol berbanding lurus dengan performa sang penjaga gawang. Unai Simon resmi menahbiskan diri sebagai kiper dengan catatan clean sheet terbanyak (7 kali) dalam satu edisi turnamen Piala Dunia.
3. Dinasti Baru: Kawinkan Gelar Pria dan Wanita
Keberhasilan ini membuat Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mencetak sejarah baru. Spanyol menjadi negara pertama yang memegang status sebagai juara bertahan Piala Dunia Pria (2026) dan Piala Dunia Wanita (2023) secara bersamaan.
4. Luis de la Fuente, Pelatih Tertua yang Angkat Trofi
Di usia 65 tahun 28 hari, Luis de la Fuente resmi menjadi pelatih tertua yang mampu memenangkan Piala Dunia. Ia melampaui rekor rekan senegaranya, Vicente del Bosque, yang berusia 59 tahun 220 hari saat membawa Spanyol juara pada edisi 2010.
5. Rekor 38 Laga Invincibles Eropa
Kemenangan atas Argentina memperpanjang rekor tak terkalahkan Spanyol dalam waktu normal menjadi 38 pertandingan berturut-turut sejak 22 Maret 2024. Catatan fantastis ini resmi mematahkan rekor abadi benua Eropa milik Italia (37 laga) yang tercipta antara 2018-2021.
6. Tuah Remaja Emas: Yamal dan Cubarsi
Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, yang keduanya baru berusia 19 tahun, mencatatkan diri sebagai remaja keempat dan kelima yang pernah tampil di final Piala Dunia. Mereka mengikuti jejak Pele (1958), Giuseppe Bergomi (1982), dan Kylian Mbappe (2018). Kelima remaja ini memiliki satu kesamaan: selalu keluar sebagai juara di akhir laga.
7. Pengaruh Ferran Torres dan Elite Selevel Iniesta
Ferran Torres kini masuk ke dalam lingkaran elite legenda hidup Spanyol. Ia menjadi pemain Spanyol kedua setelah Andres Iniesta (2010) yang mampu mencetak gol tunggal penentu kemenangan (winning goal) di babak perpanjangan waktu final Piala Dunia.
8. Senjakala Terhormat Lionel Messi & Nicolas Otamendi
Kendati kalah, kubu Argentina tetap menorehkan rekor individu yang legendaris:
-
Pemain Lapangan (Outfield) Tertua: Di usia 39 tahun 25 hari, Lionel Messi memecahkan rekor Gunnar Gren (Swedia, edisi 1958) sebagai pemain non-kiper tertua di final. Rekor Gren juga dilewati oleh bek pengganti Argentina, Nicolas Otamendi (38 tahun 157 hari) sebagai pemain tertua kedua.
-
Tiga Laga Final: Messi kini menjadi pemain kedua dalam sejarah yang tampil di tiga final Piala Dunia berbeda (2014, 2022, 2026), menyamai rekor legendaris milik bek kanan Brasil, Cafu (1994, 1998, 2002).***













