Resmikan Revitalisasi Satuan Pendidikan di Sidoarjo, Mendikdasmen: Maksimalkan untuk Cetak Peserta Didik Berkualitas

Mendikdasmen RI Abdul Mu’ti didampingi Wabup Sidoarjo Mimik Idayana saat menghadiri peresmian hasil program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sidoarjo, Selasa (14/4/2026). (Foto: Ubay NA)

MAKLUMAT — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Dr Abdul Mu’ti MEd meresmikan hasil program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Sidoarjo, yang dilaksanakan di SMP Negeri 4 Sidoarjo, Selasa (14/4/2026).

Sebanyak 29 sekolah di Kota Delta mendapatkan manfaat dari program revitalisasi satuan pendidikan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025 tersebut.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menekankan pentingnya perawatan terhadap fasilitas yang telah dibangun agar dapat dimanfaatkan secara optimal. “Kami berharap gedung yang sudah dibangun ini dirawat dengan baik dan digunakan secara maksimal untuk mencetak peserta didik yang berkualitas,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa program revitalisasi satuan pendidikan merupakan salah satu prioritas nasional, yang secara nasional telah menjangkau revitalisasi terhadap sebanyak 16.167 satuan pendidikan.

Selain itu, Mu’ti menjelaskan bahwa Kemendikdasmen juga menjalankan program digitalisasi pendidikan, yang secara nasional sudah lebih dari 68 ribu perangkat pendukung internet telah didistribusikan. Sementara di Sidoarjo mencapai 1.577 satuan pendidikan.

“Kami berharap seluruh sarana yang telah diberikan dapat dimanfaatkan dan dirawat dengan baik guna mendukung kualitas pembelajaran di Sidoarjo,” harapnya.

Lebih lanjut, Abdul Mu’ti menyebut bahwa pada tahun 2026 pemerintah menargetkan tambahan revitalisasi untuk puluhan ribu satuan pendidikan di seluruh Indonesia sebagai bagian dari komitmen Presiden dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua.

Baca Juga  Tinjau Sekolah Rakyat di Kota Batu, Ini Kata Mensos Gus Ipul

Tak hanya itu, peningkatan kualitas guru juga menjadi fokus pemerintah. Pada tahun 2025, Kemendikdasmen memberikan beasiswa kepada 12.500 guru untuk melanjutkan pendidikan S1 melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Program tersebut ditargetkan dapat meluluskan angkatan pertama pada pertengahan 2026, sekaligus membuka peluang bagi guru untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan memperoleh sertifikasi.

Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian pemerintah pusat terhadap peningkatan kualitas pendidikan di daerahnya. “Program revitalisasi ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan di Kabupaten Sidoarjo,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pada tahun anggaran 2025 Kabupaten Sidoarjo telah menerima bantuan revitalisasi untuk 29 satuan pendidikan yang kini diresmikan oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti. Jumlah tersebut terdiri atas 2 taman kanak-kanak (TK), 24 sekolah dasar (SD), dan 3 sekolah menengah pertama (SMP), dengan total anggaran mencapai Rp20,3 miliar.

Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut pada tahun 2026 agar semakin banyak sekolah yang mendapatkan manfaat program serupa.

“Kami berharap Pak Mendikdasmen menambah kuota revitalisasi satuan pendidikan di Sidoarjo lebih banyak lagi,” pinta Wabup Mimik Idayana.

Baca Juga  Donasi ASN Dinas Pendidikan Sidoarjo Diserahkan ke Ponpes Al-Khoziny

Merespons hal tersebut, Mu’ti langsung menyetujui permintaan Mimik terkait penambahan kuota revitalisasi satuan pendidikan. Total terdapat 45 satuan pendidikan mendapatkan bantuan yang mencapai sekitar Rp45 miliar, mencakup jenjang PAUD, SD, hingga SMP.

Selain dari APBN, Mimik juga menyebut bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengalokasikan anggaran melalui APBD untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan. Di antaranya pembangunan SMP Negeri 2 Tulangan dan SMP Negeri 2 Prambon dengan total anggaran sekitar Rp7,1 miliar, serta berbagai program rehabilitasi sekolah lainnya.

“Kami berkomitmen memastikan pelaksanaan program ini berjalan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran, sehingga mampu mencetak generasi Sidoarjo yang unggul dan siap menghadapi tantangan masa depan,” tandasnya.