24.7 C
Malang
Minggu, April 6, 2025
KilasRespons Gempa Dahsyat di Myanmar, Muhammadiyah Melalui Lazismu Segera Kirimkan Bantuan Kemanusiaan

Respons Gempa Dahsyat di Myanmar, Muhammadiyah Melalui Lazismu Segera Kirimkan Bantuan Kemanusiaan

Wilayah Mandalay, yang menjadi pusat gempa bumi Dahsyat berskala magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025) lalu. (Foto: BBC)
Wilayah Mandalay, yang menjadi pusat gempa bumi Dahsyat berskala magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar pada Jumat (28/3/2025) lalu. (Foto: BBC)

MAKLUMAT — Gempa bumi dahsyat dengan skala magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar dan sekitarnya pada Jumat (28/3/2025) lalu mengakibatkan kerusakan dan kehancuran yang cukup besar. Bahkan getaran gempa dan dampaknya meluas hingga Thailand dan China bagian selatan.

Merespon musibah yang menelan ribuan korban jiwa maupun luka-luka itu, Muhammadiyah juga segera melangkah dan melakukan koordinasi lintas majelis di bawah Muhammadiyah Aid, supaya dapat segera menyalurkan bantuan bagi warga terdampak bencana tersebut.

Wakil Ketua Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Lazismu PP Muhammadiyah, Muarawati Nur Malinda, menyebut bahwa gempa bumi yang terjadi di Myanmar tidak hanya menghadirkan rasa duka.

“Kami menangkap semangat kepedulian dan kedermawanan di kalangan umat Islam sangat tinggi, dan masih dalam suasana merayakan Lebaran. Koordinasi Muhammadiyah untuk gerakan kemanusiaan internasional sudah dilakukan di bawah Muhammadiyah Aid dengan melibatkan Majelis dan Lembaga yang terlibat,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Maklumat.ID, Sabtu (5/4/2025).

Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah juga telah melakukan koordinasi dengan pemerintah untuk memberikan dukungan dengan menerjunkan timnya yang memiliki sertifikasi internasional untuk mendukung tim pemerintah RI.

Selain itu, Lazismu juga melakukan koordinasi dengan pemerintah dan sejumlah NGO (Non Government Organization) di Myanmar yang bisa dijajaki menjadi mitra untuk dapat menyalurkan bantuan secara langsung.

Sebab, pengiriman bantuan internasional harus melewati berbagai prosedur dan perizinan dan tidak adanya perwakilan Muhammadiyah di negara tersebut seperti PCIM (Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah), maka assessment dan koordinasi persiapan dilakukan selama libur lebaran ini. Muhammadiyah juga akan mengirimkan tim assessment segera ke sana.

“Karena tidak mudah juga memasukkan bantuan ke luar negeri khususnya bagi negara yang punya konflik-konflik internal, sehingga akan kita putuskan apakah perlu melakukan penggalangan besar atau cukup dengan dana-dana cadangan kemanusiaan atau bencana,” jelas perempuan yang akrab disapa Ara itu.

Dana Ta’awun Muhammadiyah untuk Respon Tanggap Darurat Bencana

Ara menandaskan, Lazismu PP Muhammadiyah telah menyiapkan dana ta’awun yang bisa disalurkan terlebih dahulu guna merespon cepat tanggap darurat bencana alam. Lazismu dan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) selama ini sangat intens dalam aksi aksi kemanusiaan di tingkat nasional dan internasional.

Tidak hanya Timur Tengah, belahan dunia lainnya juga menjadi perhatian dan aksi kemanusiaan manakala terjadi bencana alam maupun konflik sosial. Seperti bencana alam di Filipina, Nepal, Turki, Maroko, Suriah dan lainnya. Juga konflik Rohingya di Myanmar, Sudan, Mesir, Yaman, dan negara lainnya. Bencana gempa bumi yang terjadi di Myanmar dan sekitarnya akan menjadi perhatian dan kepedulian Muhammadiyah yang juga didukung oleh berbagai kalangan umat Islam di tanah air.

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia sendiri telah mengirimkan bantuan pangan, obat-obatan dan lainnya, serta sejumlah tenaga BNPB dan Basarnas guna merespon situasi tanggap darurat gempa di Myanmar.

Gempa Dahsyat Guncang Myanmar dan Sekitarnya

Sebagai informasi, gempa bumi dahsyat dengan skala magnitudo 7,7 yang mengguncang Myanmar dan sekitarnya pada Jumat (28/3/2025) lalu mengakibatkan kerusakan dan kehancuran yang cukup besar. Getaran gempa dan dampaknya meluas hingga Thailand dan China bagian selatan.

Informasi terbaru, hingga saat ini menurut laporan pihak berwenang atau junta militer, sebanyak 3.354 rakyat Myanmar menjadi korban atau meninggal dunia atas gempa bumi tersebut, sementara ribuan lainnya mengalami luka luka.

Di antaranya sampai hari ini tercatat sebanyak 700 orang muslim di region Sagaing, dekat kota Mandalay yang merupakan pusat gempa, menjadi korban dan terdampak musibah dahsyat itu. Beberapa di antara mereka yang meninggal dunia adalah tokoh terkemuka dalam komunitas muslim yang erat di kota itu.

Dilansir dari BBC, bencana hebat itu terjadi pada Jumat terakhir di Bulan Ramadan 1446 H, ketika ratusan umat Islam di Sagaing bergegas mengikuti ibadah Salat Jumat. Sekitar pukul 12.51 waktu setempat, getaran hebat mengguncang wilayah tersebut.

Dikabarkan, sebanyak tiga masjid runtuh, termasuk yang terbesar yaitu Masjid Myoma. Hampir semua jamaah Salat Jumat yang berada di dalamnya wafat. Innalillahi wainnailaihi rojiun.

_____________

Kontributor: Aditio Yudono | Editor: Ubay NA

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

BACA JUGA ARTIKEL TERKAIT

ARTIKEL LAINNYA

Populer