124 Sekolah di Lombok Timur dan Sumbawa Direvitalisasi, Abdul Mu’ti: Pendidikan Bermutu Dimulai dari Fasilitas yang Layak

Revitalisasi Sekolah 2026

MAKLUMAT — Revitalisasi sekolah 2026 mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh ribuan murid di Nusa Tenggara Barat (NTB). Sebanyak 124 satuan pendidikan di Kabupaten Lombok Timur dan Kabupaten Sumbawa kini bisa menikmati fasilitas belajar lebih nyaman setelah proses revitalisasi sekolah rampung 100 persen. Peresmian revitalisasi dilakukan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti di SMK Negeri 1 Sikur, Lombok Timur, Ahad (17/5/20226).

Total 87 sekolah di Lombok Timur dan 37 sekolah di Sumbawa yang menerima bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat. Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa revitalisasi sekolah 2026 dan digitalisasi pendidikan bukan sekadar proyek pembangunan fisik, melainkan bagian dari strategi besar meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Revitalisasi dan digitalisasi bukan tujuan akhir, tetapi bagian dari usaha meningkatkan kualitas layanan pendidikan agar mampu melahirkan sumber daya manusia unggul, terampil, mandiri, dan berakhlak mulia,” ujar Abdul Mu’ti dikutip dari sambutannya.

Revitalisasi Sekolah 2026 di NTB Capai Rp527,5 Miliar

Pemerintah melalui Kemendikdasmen mengalokasikan bantuan revitalisasi sekolah di Provinsi NTB untuk 531 sekolah dengan total anggaran mencapai Rp527,5 miliar pada 2025.

Bantuan tersebut mencakup 69 PAUD, 227 SD, 107 SMP, 60 SMA, 37 SMK, 20 SLB, dan 11 PKBM/SKB. Khusus di Kabupaten Lombok Timur, revitalisasi diberikan kepada 87 sekolah dengan total anggaran Rp105,9 miliar. Sementara Kabupaten Sumbawa menerima bantuan untuk 37 sekolah senilai Rp38,1 miliar.

Baca Juga  Harapan dari Tengah Perkebunan Sawit, Kemendikdasmen Uji Terap PJJ di Sabah-Serawak

Selain pembangunan fisik, pemerintah juga menjalankan program digitalisasi pendidikan melalui distribusi 7.080 Interactive Flat Panel (IFP) ke ribuan sekolah di NTB dengan total anggaran Rp236,1 miliar.

Abdul Mu’ti mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah menghadirkan pendidikan modern yang merata hingga daerah. “Setiap anak berhak belajar dengan teknologi modern. Kami berharap fasilitas yang sudah diterima bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Murid Kini Belajar Lebih Nyaman

Kepala SMK Negeri 1 Sikur, Hasbi Ahmad, mengungkapkan revitalisasi sekolah 2026 membawa perubahan besar terhadap proses belajar mengajar di sekolahnya.

Sebelum revitalisasi, sekolah mengalami keterbatasan ruang kelas sehingga pembelajaran harus dilakukan dengan sistem double shift. Kini seluruh siswa sudah dapat belajar pada pagi hari dengan fasilitas baru yang lebih layak.“Motivasi anak-anak sekarang jauh lebih tinggi karena sudah memiliki ruang belajar yang nyaman,” ujarnya.

SMK Negeri 1 Sikur menerima bantuan pembangunan ruang praktik dan ruang kelas baru senilai Rp978 juta. Hal serupa dirasakan para siswa. Adinda, salah satu murid SMK Negeri 1 Sikur, mengaku lebih nyaman belajar di laboratorium baru hasil revitalisasi. “Sekarang ruangannya lebih terang, luas, dan nyaman. Kami jadi lebih semangat belajar,” katanya.

Baca Juga  Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman dengan Pendekatan Promotif-Preventif

Natasha, siswa Program Keahlian Kecantikan, juga menyebut laboratorium baru membuat kegiatan praktik jauh lebih optimal dibanding sebelumnya.“Dulu ruang praktik gabungan dan sempit. Sekarang lebih besar dan nyaman,” ungkapnya.

Sekolah Luar Biasa Juga Dapat Bantuan

Program revitalisasi sekolah 2026 juga menyasar sekolah luar biasa (SLB). Kepala SLB Negeri 3 Lombok Timur, Azri Sofyan, mengatakan sekolahnya menerima bantuan dua ruang kelas, dua ruang keterampilan, dan satu paket toilet.

Sebelum revitalisasi, beberapa rombongan belajar harus menggunakan satu ruangan secara bersamaan karena keterbatasan fasilitas. “Sekarang kegiatan belajar jauh lebih kondusif. Murid sangat antusias karena memiliki ruang praktik keterampilan yang lebih baik,” katanya.

Pemerintah berharap revitalisasi sekolah dan digitalisasi pendidikan dapat mempercepat pemerataan kualitas pendidikan nasional sekaligus meningkatkan kenyamanan belajar siswa di seluruh Indonesia.***