RSUD Muda Sedia Bangkit Pascabanjir, Enam Operasi Berhasil Dilakukan dalam Sehari

RSUD Muda Sedia Bangkit Pascabanjir, Enam Operasi Berhasil Dilakukan dalam Sehari

MAKLUMATRSUD Muda Sedia, Kabupaten Aceh Tamiang, perlahan bangkit dari dampak banjir. Di tengah proses pemulihan fasilitas, layanan kesehatan esensial mulai kembali berjalan. Tangis bayi kembali terdengar. Ruang operasi kembali menyala. Harapan yang sempat terendam kini muncul ke permukaan.

Pada Jumat, 27 Desember 2025, instalasi bedah RSUD Muda Sedia berhasil melaksanakan enam tindakan operasi yang sebelumnya tertunda akibat bencana. Operasi tersebut meliputi sectio caesarea, kuretase, dan bedah umum—menandai kembalinya layanan krusial bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Di balik keterbatasan pascabanjir, para tenaga medis bekerja tanpa jeda. Mereka memastikan satu hal: pelayanan kesehatan tidak boleh berhenti, terutama bagi ibu dan pasien yang membutuhkan tindakan segera.

Dokter Anestesi RSUD Muda Sedia, dr. Kulsum, menyebut seluruh tindakan operasi berjalan lancar. Meski rumah sakit masih dalam tahap pemulihan, kesiapan tim medis menjadi kunci utama keberhasilan layanan hari itu.

“Alhamdulillah, pada 27 Desember instalasi bedah RSUD Muda Sedia Kabupaten Aceh Tamiang berhasil melaksanakan enam operasi, terdiri dari sectio caesarea, kuretase, dan bedah umum. Seluruh prosedur berjalan dengan baik,” ujarnya.

Pemulihan tak hanya terjadi di ruang bedah. Layanan kebidanan juga kembali aktif. Salah satu pasien persalinan berhasil melahirkan bayi perempuan dengan berat 3.000 gram. Bayi lahir sehat, menangis spontan, dan langsung direncanakan menjalani rawat gabung bersama sang ibu.

Baca Juga  Resolusi Semarang untuk Keadilan Ekologis, Desak Pemerintah Lakukan 6 Tuntutan

“Kondisi ibu baik. Bayinya sehat,” kata dr. Muhammad Luthfiyanto, relawan medis sekaligus PPDS Obstetri dan Ginekologi yang bertugas di RSUD Muda Sedia.

Hal senada disampaikan dr. Fitria Aini, PPDS Obstetri dan Ginekologi, yang turut membantu di instalasi bedah. Ia memastikan seluruh pasien yang menjalani sectio caesarea dan kuretase berada dalam kondisi stabil pascatindakan.

“Kami membantu tindakan sectio caesarea dan kuretase. Alhamdulillah seluruh pasien dalam keadaan baik dan saat ini sudah rawat gabung dengan bayinya,” jelas Fitria seperti dilansir laman Kemenkes RI dikutip pada Rabu (7/1/2026).

Pemulihan layanan kesehatan di RSUD Muda Sedia dilakukan secara bertahap. Fokus utama diarahkan pada layanan esensial yang tidak dapat ditunda, terutama bedah dan kebidanan. Kehadiran tenaga kesehatan relawan menjadi penguat utama keberlangsungan pelayanan medis pascabencana.

Banjir sempat melumpuhkan aktivitas. Namun di RSUD Muda Sedia, denyut pelayanan kembali hidup. Di ruang-ruang yang pernah terendam, kini harapan kembali dirawat—oleh tangan-tangan medis yang memilih bertahan dan melayani.***

*) Penulis: Edi Aufklarung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *