Satpolairud Polresta Banyuwangi Bagikan Life Jacket ke Nelayan Pulau Wangi, Ingatkan Pentingnya Perlengkapan Keselamatan

Nelayan KUB Pulau Wangi menerima bantuan life jacket dari Satpolairud Polresta Banyuwangi di Pantai Marina Boom pada Kamis (24/9/2026). (Foto: Dok. Satpolairud Polresta Banyuwangi)

MAKLUMAT — Satpolairud Polresta Banyuwangi  membagikan life jacket kepada nelayan yang tergabung dalam KUB Pulau Wangi di Pantai Marina Boom, Banyuwangi, pada Kamis (24/9/2026).

Bantuan alat keselamatan itu diharapkan dapat mendukung aktivitas nelayan di perairan. Selain itu, juga mengingatkan betapa pentingnya perlengkapan keselamatan selama bekerja di laut.

Tak hanya itu, personel Satpolairud juga menyampaikan imbauan kepada nelayan supaya tidak mengabaikan faktor keselamatan. Terutama penggunaan life jacket saat beraktivitas di perairan. Kondisi cuaca dan karakter wilayah laut yang dapat berubah sewaktu-waktu menjadi alasan perlengkapan keselamatan harus selalu tersedia dan digunakan.

Kepala Satpolairud Polresta Banyuwangi Kompol Muchamad Wahyudi mengatakan, keselamatan adalah prioritas bagi nelayan sebelum berangkat melaut. Life jacket, kata dia, bukan sekadar perlengkapan tambahan, tetapi bagian penting dari keselamatan saat berada di perairan.

“Kami mengajak nelayan untuk membiasakan diri menggunakan alat keselamatan setiap kali melaut, karena risiko di laut bisa terjadi kapan saja,” katanya kepada awak media, Jumat (25/9/2026).

Wahyudi menambahkan, pihaknya terus menjaga komunikasi dengan masyarakat nelayan, sehingga  informasi mengenai keselamatan, kondisi perairan maupun potensi gangguan, dapat disampaikan lebih cepat.

Baca Juga  BMKG Tekankan Perlindungan Nelayan dari Dampak Krisis Iklim

Kegiatan pembagian life jacket itu sekaligus menjadi ruang komunikasi antara  Satpolairud dan kelompok nelayan Pulau Wangi.

“Nelayan perlu diingatkan demi memastikan perlengkapan keselamatan dalam kondisi siap digunakan sebelum berangkat melaut,” kata Wahyudi.

Ia berharap, kebiasaan menggunakan alat keselamatan dapat semakin melekat dalam aktivitas nelayan Banyuwangi.

“Harapannya, risiko kecelakaan di perairan dapat ditekan dan aktivitas mencari nafkah berlangsung lebih aman,” pungkas Wahyudi.***

*) Penulis: Irwan Suryanto