21.6 C
Malang
Rabu, Februari 26, 2025

Dosen FKIP Uhamka Latih Guru Kembangkan Growth Mindset

PCM Senen menggandeng Uhamka untuk meningkatkan growth mindset kepada para guru guna mendorong kesuksesan pelajar melalui tenaga pendidik.
KilasSebut Warga Persyarikatan Capai 60 Juta Jiwa, BI: Keberhasilan Ekonomi Syariah Berkat...

Sebut Warga Persyarikatan Capai 60 Juta Jiwa, BI: Keberhasilan Ekonomi Syariah Berkat Muhammadiyah

Direktur Eksekutif Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia (BI), Imam Hartono, menyampaikan sambutannya dalam Rakor Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah yang digelar di Dome UMM, Rabu (26/2/2025). (Foto: Ubay NA)
Direktur Eksekutif Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Imam Hartono, menyampaikan sambutannya dalam Rakor Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah yang digelar di Dome UMM, Rabu (26/2/2025). (Foto: Ubay NA)

MAKLUMAT – Bank Indonesia (BI) terus memperkuat komitmen untuk bersinergi dengan PP Muhammadiyah dalam perkembangan serta pertumbuhan sektor ekonomi dan keuangan syariah di tanah air.

Hal itu ditegaskan oleh Direktur Eksekutif Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Imam Hartono, saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Ekonomi PP Muhammadiyah yang digelar di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pada Rabu (26/2/2025).

Imam menyampaikan, sebagai otoritas moneter, sistem pembayaran, dan stabilitas keuangan, BI berperan aktif dalam mengembangkan ekonomi syariah bersama para pemangku kepentingan. Pengembangan ini berlandaskan pada prinsip keadilan, transparansi, produktivitas, serta tata kelola yang baik. PP Muhammadiyah, sebagai salah satu mitra utama BI, memiliki peran strategis dalam mendorong kemandirian ekonomi bagi pelaku usaha syariah di tanah air.

“Kami mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin selama ini, sehingga pengembangan ekonomi dan keuangan syariah semakin baik dari waktu ke waktu,” ujar Imam dalam sambutannya.

Imam menyebut, jumlah warga Muhammadiyah yang menurutnya mencapai sekitar 26 persen dari total populasi muslim di Indonesia, adalah fakta tak terhindarkan yang menunjukkan betapa besar peran Muhammadiyah, termasuk dalam relasinya dengan BI.

“Dalam catatan BI, warga Muhammadiyah di Indonesia berjumlah sekitar 60 juta jiwa, yang merepresentasikan sekitar 26 persen dari total populasi Muslim di Indonesia. Oleh karena itu, keberhasilan program ekonomi syariah BI tidak terlepas dari dukungan aktif PP Muhammadiyah,” terangnya.

Sinergi di Berbagai Sektor

Imam menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir kerja sama antara BI dan PP Muhammadiyah telah mencakup berbagai sektor. Mulai dari pengembangan sektor riil hingga penguatan keuangan syariah.

“Di sektor riil, sejak tahun 2017 hingga 2024, BI telah mendorong pemberdayaan unit usaha di 363 pesantren Muhammadiyah di seluruh Indonesia. Program ini mencakup berbagai inisiatif, seperti pengembangan budidaya perikanan di daerah pesisir, modernisasi infrastruktur air bersih di pesantren, serta pemberdayaan komunitas perempuan bekerja sama dengan PP Aisyiyah dan Nasyiatul Aisyiyah,” ungkapnya.

Kemudian, pada bidang keuangan syariah, Imam menyebut bahwa BI dan PP Muhammadiyah telah berkolaborasi dalam pengelolaan dan optimalisasi dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF) nasional. Termasuk, peningkatan tata kelola di amal usaha Muhammadiyah (AUM).

“Salah satu bentuk nyata kerja sama ini adalah pengelolaan wakaf produktif dan peningkatan tata kelola amal usaha Muhammadiyah, yang memiliki potensi besar di berbagai sektor strategis, terutama kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.

Peningkatan Literasi Ekonomi Syariah

Selain itu, peningkatan literasi ekonomi syariah juga menjadi fokus utama kerja sama antara BI dan PP Muhammadiyah. Sejak 2019, melalui Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF), BI dan PP Muhammadiyah secara aktif menyediakan berbagai program edukasi ekonomi syariah.

Secara khusus, BI dan PP Muhammadiyah menjalin koordinasi intensif dalam menyusun materi dakwah ekonomi syariah sebagai panduan bagi ulama dalam menyebarluaskan pemahaman tentang ekonomi dan keuangan syariah di seluruh Indonesia.

“Kami meyakini bahwa melalui kerja sama ini, kita dapat meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang ekonomi dan keuangan syariah, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang lebih berkelanjutan dan berkeadilan,” pungkas Imam.

Dengan sinergi yang semakin kuat, diharapkan ekonomi dan keuangan syariah di Indonesia terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Ads Banner

Lihat Juga Tag :

Populer