MAKLUMAT — Aksi unjuk rasa di Jawa Timur kembali memanas pada Sabtu (30/8/2025) malam. Gedung Negara Grahadi di Kota Surabaya dibakar oleh massa aksi sekitar pukul 21.20 WIB.
Tampak api melahap bangunan di sisi barat Grahadi, yang bersebelahan dengan sebuah sekolah swasta. Tak cuma itu, massa juga terlihat menjarah isi dalam gedung yang terbakar, seperti bangkai kerangka sepeda motor, pagar, maupun bongkahan besi-besi dan barang-barang berharga lain.
Selain itu, api juga tampak merembet membakar pohon yang berada di depan Grahadi. Ledakan sejumlah petasan juga tampak masih menghiasi langit-langit di sekitar Grahadi.
Hingga berita ini ditulis, massa masih bertahan di sekitar kawasan Grahadi. Mereka menuntut rekan-rekannya yang ditangkap aparat supaya segera dibebaskan.
Selain itu, di tengah kericuhan, para demonstran juga terdengar menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sembari mengibarkan bendera Merah Putih, dengan tampak bendera One Piece berkibar tepat di bawahnya.
Khofifah Sempat Temui Massa Aksi
Sebelumnya, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengaku telah menghubungi Kapolda Jatim, Irjen Pol Nanang Avianto, dan Polrestabes Surabaya, berkaitan dengan tuntutan massa untuk membebaskan para demonstran yang ditangkap.
Bersama Pangdam V Brawijaya Mayjend TNI Rudy Saladin, Khofifah menemui ribuan demonstran yang memadati kawasan sekitar Gedung Negara Grahadi, Kota Surabaya, sekitar pukul 20.40 WIB.
Di hadapan massa aksi, Khofifah mengaku tengah berkoordinasi dengan Kapolda Jatim dan Kapolrestabes Surabaya, untuk segera membebaskan para demonstran yang ditangkap dan ditahan di Mapolrestabes Surabaya. Ia menyebut, dua dari total 43 orang yang ditahan telah dibebaskan pada siang hari.
“Di Polrestabes (Surabaya) jam 14.00 WIB tadi sudah ada yang dilepaskan, saya monitor. Sekarang (masih) proses karena 41 orang, dua sudah dilepaskan,” terang Khofifah, di tengah massa aksi.
Gubernur Jatim dua periode itu menjelaskan, sebanyak 41 orang yang ditangkap aparat saat ini masih dalam proses pemeriksaan di kantor polisi, dan akan segera dibebaskan usai tahapannya selesai.
“Sekarang proses pemeriksaan sedang berjalan. Sudah diminta keterangan, selesai, ya sudah mereka pulang,” kata Khofifah.
Lebih lanjut, ia mengaku bakal langsung menuju ke Polrestabes Surbaya, untuk memastikan satu per satu massa aksi yang ditahan telah selesai diperiksa dan langsung dibebaskan.
“Saya sama Pak Pangdam setelah ini langsung ke Polrestabes. Sampai mengetahui satu orang selesai, satu orang selesai,” kelakarnya.
Tak hanya itu, Khofifah juga mengaku telah memantau penanganan massa aksi yang terluka dan sedang dirawat di RSUD dr Soetomo, sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah.
“Yang kemarin sempat dirawat di RS saya monitor, di Soetomo sampai jam 19.00 sudah selesai. Bukan tidak bertanggungjawab, yang ada di RS saya sendiri monitor,” katanya.