MAKLUMAT — Profil KH Abd Halim Soebahar sedang menjadi perbincangan ulama se Jawa Timur. Nama ulama akademisi asal Jember ini menjadi sorotan setelah dipercaya memimpin Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur periode 2025-2026, membawa rekam jejak panjang di dunia pendidikan Islam, riset, dan khidmah keumatan
KH Abd Halim Soebahar sebenarnya bukan nama baru di lingkungan ulama dan akademisi. Ia menapaki jalan panjang pengabdian dari ruang kuliah, lembaga pendidikan Islam, hingga akhirnya menjadi orang nomor satu di MUI Jawa Timur.
Usai ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Jatim, Senin (20/4/2026), ia menyampaikan rasa syukur sekaligus haru atas amanah besar yang diberikan kepadanya.
“Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Sejak dulu kami sudah merasa terhormat menjadi Wakil Ketua Umum mendampingi KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah. Setiap turun ke daerah, kami hampir tidak pernah absen, karena mendampingi beliau adalah keberkahan tersendiri,” ungkapnya.
Bagi KH Abd Halim Soebahar, MUI bukan sekadar organisasi ulama, melainkan ruang khidmah panjang yang telah ia jalani selama lebih dari 35 tahun.
“Khidmah di MUI itu sangat luar biasa. Kami sudah 35 tahun di MUI sejak 1991. MUI ini berat, karena pengurusnya kecil, tidak memiliki jamaah langsung, tetapi perannya sangat besar dan strategis,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan penghormatan mendalam kepada pendahulunya seraya memohon bimbingan dalam menunaikan amanah.
“Kami mohon bimbingan, khususnya kepada Kiai Mutawakkil. Meskipun kami tidak pernah belajar secara formal di Genggong, mudah-mudahan kami dianggap sebagai santri beliau. Semoga beliau senantiasa sehat dan terus membina kami,” ujarnya.
Tak hanya itu, ia mengajak seluruh jajaran pengurus untuk menjaga kebersamaan dan melanjutkan fondasi organisasi yang telah dibangun.
“Kami mohon dukungan dari seluruh pengurus, baik Dewan Pertimbangan, Dewan Pimpinan, maupun komisi, badan, dan lembaga. Insyaallah apa yang telah ditanamkan oleh Kiai Mutawakkil akan terus kami kembangkan di masa yang akan datang,” katanya.
Profil KH Abd Halim Soebahar
Menurut laman MUI Jatim, dilihat pada Ahad (26/4/2026), KH Abd Halim Soebahar lekat dengan kiprah panjangnya di dunia pendidikan tinggi Islam. Ia pernah mengabdi sebagai dosen di Universitas Ibrahimy Situbondo dan Universitas Islam Jember, sekaligus aktif mengembangkan berbagai institusi pendidikan keagamaan di sejumlah daerah.
Tak hanya mengajar, ia dikenal sebagai perintis dan pengembang perguruan tinggi keagamaan Islam. Jejak pengabdiannya tercatat dalam pengembangan sejumlah kampus, antara lain STAI Al-Falah As-Sunniyyah yang kini berkembang menjadi Universitas Al-Falah As-Sunniyyah, STAI At-Taqwa yang kini menjadi IAI At-Taqwa, STAI Darussalam Banyuwangi yang berkembang menjadi Universitas KH Mukhtar Syafaat, STAIDU Lumajang, STAI Tuan Guru Turmudzi di Nusa Tenggara Barat, STAI Al-Mubarok Sampang, hingga Institut Agama Islam Shofa Marwa Jember.
Pimpin Beasiswa Pesantren Jawa Timur
Dedikasinya di bidang pendidikan membuat KH Abd Halim Soebahar dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Ketua Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Jawa Timur.
Melalui lembaga ini, ia ikut mengawal program beasiswa jenjang Sarjana, Magister, hingga Doktor bagi perguruan tinggi keagamaan Islam, Ma’had Aly, dan pendidikan luar negeri, termasuk program studi ke Universitas Al-Azhar Kairo, Mesir.
Peran tersebut menegaskan bahwa kiprahnya bukan sekadar pendidik di ruang akademik, tetapi juga penggerak pembangunan sumber daya manusia pesantren di Jawa Timur.
Jejak Panjang di MUI
Bagi yang bertanya siapa KH Abd Halim Soebahar, jawabannya tak bisa dilepaskan dari perjalanan panjangnya di tubuh MUI.
Pengabdiannya dimulai pada 1991, saat ia bergabung sebagai staf sekretariat MUI Kabupaten Jember. Dari sana, karier organisasinya tumbuh secara berjenjang.
Ia pernah menjabat Sekretaris Umum MUI Jember selama dua periode (1991–2001), lalu Ketua I (2001–2009), sebelum dipercaya menjadi Ketua Umum MUI Kabupaten Jember selama tiga periode berturut-turut (2009–2021).
Di level provinsi, kiprahnya makin strategis. Ia menjabat Ketua MUI Jawa Timur Bidang Kajian dan Penelitian (2015–2020), kemudian Wakil Ketua Umum Bidang Pendidikan dan Keagamaan (2020–2025).
Pada masa khidmat 2025–2030, KH Abd Halim Soebahar ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Jatim, menggantikan KH Moh Hasan Mutawakkil Alallah melalui rapat paripurna organisasi.
Dengan perjalanan itu, pengabdiannya di MUI telah melampaui 35 tahun.
Akademisi, Peneliti, dan Penggerak Umat
Selain aktif di organisasi keulamaan, Ketua Umum MUI Jatim ini juga mengukir prestasi di bidang akademik dan riset.
Ia pernah menerima penghargaan Dosen Berprestasi dari Direktur Jenderal Pendidikan Islam Departemen Agama RI pada 2007, serta penghargaan Tokoh Pendidikan dari Bupati Bondowoso pada 2012.
Di bidang penelitian, ia juga mendapat pengakuan sebagai Peneliti Keagamaan Terbaik Nasional dari Balitbang Departemen Agama RI pada 2004.
Konsistensinya menulis karya ilmiah di bidang pendidikan Islam, keagamaan, dan penelitian mempertegas posisinya sebagai figur yang menautkan ilmu, dakwah, dan pengabdian sosial dalam satu jalan khidmah panjang.
Di tengah dinamika zaman, kehadiran KH Abd Halim Soebahar di pucuk MUI Jawa Timur diharapkan membawa kepemimpinan yang teduh, berwawasan, dan responsif terhadap tantangan umat, sekaligus memperkuat peran ulama dalam membangun kehidupan kebangsaan yang harmonis. ***














