
MAKLUMAT – Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI), Jusuf Kalla (JK), memastikan ketersediaan stok darah selama Bulan Ramadan bakal aman, meskipun jumlah pendonor cenderung menurun pada periode tersebut.
Ia mengatakan, PMI telah menyiapkan sejumlah strategi guna memenuhi kebutuhan darah yang biasanya mengalami peningkatan ketika Bulan Ramadan.
“Memang setiap Bulan Ramadan itu, PMI selalu kekurangan donor. Sementara pada saat itu biasanya kebutuhan tinggi,” ujar JK saat di Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu (26/2).
Strategi PMI Menjaga Ketersediaan Stok Darah
JK menjelaskan, meningkatnya kebutuhan darah selama bulan puasa disebabkan oleh tingginya mobilitas masyarakat, yang berpotensi meningkatkan angka kecelakaan dan kebutuhan suplai darah.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir karena PMI telah menyiapkan langkah antisipasi. Misalnya dengan menggelar donor darah di masjid-masjid ketika selepas tarawih, dan sebagainya.
“Kita biasanya lakukan donor di masjid-masjid pada malam hari, setelah tarawih, atau mendatangi asrama-asrama militer bagi yang sehat dan mau donor pada siang hari,” ungkap JK.
Dengan strategi-strategi yang telah disiapkan tersebut, JK optimistis stok darah di Bulan Ramadan akan tetap aman dan tidak mengalami kendala. “Jadi, di Bulan Ramadan ini, insya Allah (stok darah) aman,” tandasnya.
Produksi Kantong Darah dalam Negeri Dukung Ketahanan Kesehatan Nasional
Selain itu, JK juga mengapresiasi peluncuran perdana kantong darah dan mesin hemodialisa yang diproduksi oleh PT Oneject. Ia berharap produksi dalam negeri dapat memenuhi kebutuhan kantong darah di Unit Donor Darah (UDD) PMI yang tersebar di seluruh Indonesia.
“Kebutuhan kantong darah kita setiap tahunnya itu sekitar 5,5 juta. Sedangkan PT Oneject ini sudah bisa memproduksi 6 juta kantong darah setiap tahunnya,” terangnya.
Selama ini, kata JK, kebutuhan kantong darah di Indonesia sebagian besar masih dipenuhi melalui impor. Meski begitu, ia memastikan bahwa kualitas kantong darah produksi dalam negeri tidak kalah dengan produk-produk luar negeri.
“Semoga hasil produksi ini bisa bermanfaat untuk kesehatan dalam pemenuhan kantong darah di Indonesia,” tegas pria yang juga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI itu.
Menjaga Ketahanan Kesehatan Nasional
Di sisi lain, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan perlunya fokus dalam pemenuhan suplai bahan medis sekali pakai.
Menurut dia, kemudahan regulasi dan dukungan terhadap industri dalam negeri dapat meningkatkan produksi alat kesehatan (alkes) di Indonesia.
Menkes lantas mengajak para pelaku industri untuk turut serta dalam upaya meningkatkan ketahanan kesehatan nasional dengan mendukung produksi alat medis dalam negeri.