Sidoarjo Masuk 10 Besar Nasional Pengelolaan Sampah Terbaik, Menuju Kota Bersih

Forkopimda Sidoarjo bersama warga kerja bakti membersihkan sampah di lingkungan sekitar. (Foto: Dok.)

MAKLUMAT — Kabupaten Sidoarjo menjadi satu dari 35 daerah penerima Sertifikat Menuju Kota Bersih tahun 2025, bahkan berhasil masuk dalam jajaran 10 besar nasional dalam pengelolaan sampah.

Predikat tersebut diberikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) berdasarkan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 1048 Tahun 2026 tentang Penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2025. Kriteria penilaian meliputi aspek anggaran dan kebijakan, sumber daya manusia dan fasilitas pengelolaan sampah, serta capaian kinerja pengelolaan sampah dan kebersihan.

Penghargaan diserahkan langsung Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq, di sela Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah Tahun 2026 di Balai Kartika, Jakarta, Rabu (25/2/2026).

Secara nasional, hasil penilaian tahun 2025 terbagi dalam beberapa kategori, yakni Adipura Kencana, Adipura, Sertifikat Menuju Kota Bersih, Kabupaten/Kota dalam Pembinaan, serta Kabupaten/Kota dalam Pengawasan. Namun, tahun ini belum ada daerah yang meraih Adipura maupun Adipura Kencana.

Hanif menegaskan, penilaian dilakukan berdasarkan kinerja riil pengelolaan sampah secara nasional. “Ini dari penilaian kinerja pengelolaan sampah nasional kita. Tentu belum seluruhnya sempurna tata cara penilaiannya, tetapi kita berupaya untuk sekomprehensif mungkin. Jadi kita tidak menilai di mukanya kota atau mukanya kabupaten, kita langsung di belakangnya, di dapur, sungai, dan seterusnya,” ujarnya.

Baca Juga  Hadiri Pengajian dan Malam Keakraban Satgas TMMD ke-126, Bupati Subandi: Indonesia Kuat Karena Pancasila dan Gotong Royong

Ia menambahkan, hingga saat ini belum ada satu pun kabupaten/kota yang memenuhi syarat untuk mendapatkan predikat kota bersih luar biasa.

“Paling tinggi dari pelaksanaan tata kelola sampah hanya pada sertifikasi menuju kota bersih. Jadi itu didedikasikan pada 35 kabupaten kota yang terbaik. Hanya dua terbaik untuk klaster kota,” jelasnya.

Pada penilaian tahun 2025 tersebut juga terdapat sejumlah perubahan indikator. Salah satunya, porsi anggaran pengelolaan sampah minimal tiga persen dari total APBD menjadi komponen dengan bobot besar dalam penilaian.

Selain itu, ketersediaan SDM, termasuk penyuluh persampahan yang efektif, serta capaian kinerja pengurangan dan penanganan sampah menjadi perhatian utama.

Penghargaan tersebut turut dikaitkan dengan penguatan program kebersihan daerah yang selaras dengan kebijakan pusat, termasuk Gerakan ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Bupati Sidoarjo, H Subandi SH MKn, mengaku bangga atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pengelolaan lingkungan, termasuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilah dan mengelola sampah.

“Upaya ini butuh peran bersama agar terus konsisten menjaga lingkungan bersih dan asri selaras dengan program Presiden Prabowo,” katanya.

Baca Juga  Subandi-Mimik Melawat ke Muhammadiyah Sidoarjo: Komitmen Merangkul Semua Elemen

Subandi menegaskan, pengelolaan lingkungan tidak hanya berfokus pada penanganan di hilir, namun juga penguatan kebiasaan sejak dari sumber. Edukasi pemilahan sampah, pengurangan limbah rumah tangga, serta pemanfaatan kembali material yang masih bernilai terus diperkuat melalui berbagai program di tingkat masyarakat, termasuk peningkatan partisipasi lewat gerakan seperti Jumat Bersih.