Soroti Isu Lingkungan hingga Era AI, Emil Dardak Apresiasi Peran Muhammadiyah

Wakil Gubernur Jatim, Emil Elestianto Dardak, menghadiri Kajian Ramadan 1447 Hijriah PWM Jatim di Unmuh Jember, Sabtu (21/2/2026). (Foto: Ubay NA/ IST)

MAKLUMAT — Wakil Gubernur Jatim, Emil Dardak menegaskan Pemerintah Provinsi akan terus mendukung Muhammadiyah untuk bersama menjawab berbagai tantangan zaman. Ada banyak tantangan hari ini, mulai dari krisis lingkungan hingga masifnya akal imitasi (AI).

Hal itu ia sampaikan saat menghadiri Kajian Ramadan 1447 PWM Jatim di Universitas Muhammadiyah Jember, Sabtu (21/2/2026). Dalam forum ini, Emil menilai Muhammadiyah konsisten merespons persoalan zaman.

Ia menyebut organisasi ini sangat aktif mengambil peran di tengah tantangan lingkungan, sosial, hingga perkembangan teknologi. “Saya tertarik tema tadi soal ekoteologi. Hari ini kita semua sedang menyaksikan kesadaran sedang meningkat terkait masalah tadi,” ujarnya.

Kajian Ramadan PWM Jatim kali ini mengangkat tema Ekoteologi dan Tugas Kekhalifahan. Emil menilai tema tersebut relevan dengan kondisi Indonesia saat ini, terutama ketika isu lingkungan semakin nyata dampaknya.

Namun, ia melihat persoalan lingkungan kerap dianggap sepele. Padahal, kerusakan alam berpengaruh langsung terhadap keberlangsungan hidup manusia dan tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab moral serta keagamaan.

“Ekoteologi ini berpengaruh sangat, tapi sering kita lupakan. Suka kita anggap sambil lalu,” tegasnya.

Ia menjelaskan, konsep manusia sebagai khalifah di muka bumi mengandung amanah untuk menjaga keseimbangan alam. Ketika lingkungan rusak, dampaknya tidak hanya menyentuh sektor ekonomi, tetapi juga mengancam keselamatan manusia.

Baca Juga  Terpilih Pimpin BEM Unmuh Jember, Irfan-Zinatul Fokus Advokasi dan Pelayanan Mahasiswa

Emil juga menyinggung kisah dalam Surat Al Baqarah tentang penciptaan manusia sebagai khalifah fil ardh. Ia lalu mengajak semua pihak merefleksikan peran manusia dalam merawat bumi sebagai wujud rasa syukur.

“Apa kira-kira yang akan kita isi di dalam kehidupan kita. Bagaimana kita menunjukkan rasa syukur kita terhadap bumi yang kita tempati,” ujarnya.

Percaya dengan Muhammadiyah

Pada forum ini, Emil menekankan bahwa tugas mencerdaskan bangsa tidak bisa sepenuhnya diemban oleh pemerintah saja. Ia menilai Muhammadiyah telah lama berkontribusi melalui berbagai amal usaha, terutama di banyak bidang.

“Ini sesuatu yang menunjukkan bahwa tugas mencerdaskan bangsa tidak bisa ditanggung seratus persen hanya oleh pemerintah. Muhammadiyah telah berdiri dan beramal usaha di bidang pendidikan dari sebelum Indonesia merdeka,” ujarnya.

Dengan fakta historis tersebut, Emil yakin bahwa saat dunia hari ini sedang menghadapi tantangan akibat berkembangnya AI, maka Muhammadiyah akan bisa merespon dengan tepat.

Menurutnya, perkembangan AI hingga kini telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Perubahan itu menuntut kesiapan generasi muda agar mampu menjawab tantangan zaman.

Emil menyebut bahwa perkembangan teknologi akan terus bergerak cepat dan membawa konsekuensi besar bagi kehidupan sosial. Karena itu, ia meyakini Muhammadiyah memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda yang siap menghadapi perubahan.

Baca Juga  Wagub Emil Dardak dan Komisi B DPRD Jatim Tinggalkan Rapar Paripurna, Temui Unjuk Rasa Peternak Ayam Petelur

“Karena kita menghadapi era AI dengan segala tantangannya, kita butuh generasi muda yang tangguh, bermental baja, rasionalis, dan berakhlak baik. Dan, itulah yang Insya Allah dihasilkan dari gerakan Muhammadiyah,” tandasnya.​