Sukses Gelar IJMC 2026, Ekonomi dan Pariwisata Jember Ikut Terdongkrak

IJMC

MAKLUMAT – Kabupaten Jember, Jawa Timur, sukses menggelar International Jember Marching Carnival (IJMC) 2026 pada 7–9 Agustus. Ajang tersebut mempertemukan peserta dari sejumlah daerah di Indonesia serta satu kelompok dari Thailand.

Penyelenggaraan IJMC tidak hanya berlangsung di arena kompetisi. Kehadiran peserta, ofisial, keluarga, dan penonton selama tiga hari turut meningkatkan aktivitas sejumlah sektor ekonomi. Misalnya, perhotelan, kuliner, transportasi, perdagangan, UMKM, dan pariwisata.

Peserta IJMC 2026 berasal dari sejumlah daerah di Jawa Timur, Yogyakarta, dan Tegal. Peserta mancanegara diwakili Brass Projection dari Thailand yang tampil pada kategori Open Class.

Kompetisi digelar di GOR PKPSO Kaliwates pada Jumat (7/8) dan Minggu (9/8). Sementara parade marching band berlangsung pada Sabtu (8/8) dengan rute dari GOR PKPSO menuju Alun-alun Jember.

Ketua IJMC Tri Basuki mengatakan, penyelenggaraan tahun ini diarahkan untuk memperkuat posisi Jember sebagai salah satu daerah yang mampu menggelar pertunjukan marching band berskala nasional dan internasional.

”Pelaksanaan tahun ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Jember sebagai salah satu pusat pertunjukan marching band berskala nasional dan internasional,” kata Tri.

Menurut Tri, IJMC tidak hanya menjadi arena kompetisi. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang pertemuan antarkelompok, pertukaran budaya, serta pembinaan dan peningkatan kualitas marching band. Kehadiran peserta dari Thailand menjadi salah satu penanda perluasan jaringan IJMC ke tingkat internasional.

Baca Juga  Bupati Jember Gus Fawait Raih 2 Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Kebijakan Progresif

Dampak ekonomi menjadi salah satu efek yang terlihat selama penyelenggaraan. Mobilitas peserta dan pengunjung menciptakan permintaan tambahan terhadap akomodasi, makanan, transportasi, serta berbagai kebutuhan selama berada di Jember.

Bupati Jember Muhammad Fawait mengatakan, penyelenggaraan kegiatan berskala nasional dan internasional merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

”Kegiatan IJMC itu tentu memiliki multiplier effect yang mendongkrak sektor ekonomi dan pariwisata karena peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan ada peserta dari Thailand,” kata Fawait.

Penyelenggaraan IJMC 2026 juga menjadi bagian dari pengalaman Jember sebelum menjadi tuan rumah World Marching Sport 2027. Jember dipercaya menjadi lokasi penyelenggaraan perdana ajang tersebut.

Presiden AMBC Sehat Kurniawan Saiman menilai pelaksanaan IJMC di Jember telah memenuhi standar internasional. Menurut dia, pengalaman tersebut dapat menjadi modal bagi Jember untuk menyelenggarakan World Marching Sport 2027.

”Jember memiliki potensi dan kualitas penyelenggaraan yang sudah memenuhi standar internasional,” ujar Sehat.

Meski demikian, jumlah peserta mancanegara pada IJMC 2026 belum mencapai target penyelenggara. Kondisi geopolitik di kawasan Asia serta tingginya harga tiket penerbangan internasional disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi partisipasi peserta dari luar negeri.

Baca Juga  Petani dalam Pusaran Kekuasaan: Pseudo-Empowerment di Balik Skandal KUR Fiktif Jember

Kehadiran Brass Projection dari Thailand menunjukkan IJMC mulai membangun jejaring internasional. Konsistensi penyelenggaraan menjadi salah satu faktor penting untuk memperluas keterlibatan peserta dari negara lain pada tahun-tahun berikutnya.

Dari sisi pembinaan, marching band juga menjadi ruang pengembangan kemampuan generasi muda. Kegiatan itu menuntut disiplin, kerja sama tim, kreativitas, kepemimpinan, serta keterampilan bermusik.

Bagi Jember, manfaat penyelenggaraan IJMC tidak hanya diukur dari kelancaran kompetisi. Event tersebut menjadi pengalaman dalam mengelola perhelatan internasional sekaligus mempertemukan sektor olahraga, pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM.

Namun, efek ekonomi dari sebuah event tidak otomatis bertahan setelah kegiatan selesai. Promosi daerah, kunjungan wisata lanjutan, serta transaksi produk lokal menjadi bagian yang perlu dikembangkan agar kedatangan peserta dan penonton menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih panjang.

World Marching Sport 2027 akan menjadi ujian berikutnya bagi Jember. Skala penyelenggaraan yang lebih besar membuka peluang untuk meningkatkan kunjungan, memperluas pasar bagi pelaku usaha lokal, dan memperkenalkan Jember kepada jaringan internasional.

Fawait mengatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong penyelenggaraan event yang memiliki dampak terhadap berbagai sektor. ”Kami berkomitmen menyelenggarakan event yang memberikan manfaat, baik bagi dunia olahraga, seni, maupun perekonomian daerah,” ujar Fawait.

Baca Juga  Pemkab Jember Mulai Reformasi Puskesmas, Gus Fawait: Jangan Terus Tergantung APBD

IJMC 2026 memberi dua catatan bagi Jember. Daerah ini berhasil menyelenggarakan kompetisi marching band yang melibatkan peserta dari dalam dan luar negeri. Pada saat yang sama, mobilitas selama kegiatan membuka aktivitas ekonomi bagi berbagai sektor.

Tantangan berikutnya bukan sekadar mempertahankan keberlangsungan event, melainkan mengubah keramaian sesaat menjadi manfaat ekonomi yang lebih panjang bagi masyarakat Jember. (*)