Suku Cadang Lokal SIG: Bagaimana Strategi BUMN Ini Memperkuat Industri Nasional lewat Belanja Rp809 Miliar?

Suku Cadang lokal SIG

MAKLUMAT – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) memperkokoh fondasi industri nasional dengan mengalokasikan belanja suku cadang lokal hingga menembus angka Rp809 miliar pada tahun 2025.

Langkah strategis ini tidak hanya melampaui mandat regulasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), tetapi juga menggerakkan transformasi berbasis Environmental, Social, and Governance (ESG) yang mengawinkan inovasi teknologi dengan pemberdayaan UKM.

Capaian belanja suku cadang lokal SIG sebesar Rp809 miliar ini mencatatkan pertumbuhan sebesar 2,79% dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka Rp787 miliar. Jika ditarik lebih jauh, angka ini melonjak drastis hingga 164,3% dari baseline tahun 2020 yang hanya sebesar Rp306 miliar. Peningkatan signifikan ini menjadi instrumen kunci SIG dalam memitigasi tekanan pasar global melalui penguatan rantai pasok nasional.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari Sustainability Road Map SIG 2030. Menurutnya, penggunaan produk dalam negeri adalah inisiatif strategis untuk mendorong solusi inovatif yang berkelanjutan.

“Untuk mendukung peningkatan TKDN secara berkelanjutan, SIG secara aktif melakukan pengembangan komponen suku cadang melalui kegiatan Research and Development (R&D) bersama mitra industri dan pelaku UKM. Tujuannya adalah meningkatkan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta daya saing produk domestik,” ujar Vita Mahreyni dalam keterangan resminya, Rabu (29/4/2026).

Integrasi ESG dan Efisiensi Operasi

Sebagai produsen bahan bangunan terbesar di tanah air, SIG mengintegrasikan sumber daya lokal mulai dari hulu hingga hilir; mencakup pengadaan bahan baku, suku cadang, hingga jasa penunjang industri. Pendekatan sustainable procurement ini tidak hanya memperkuat posisi pemasok domestik, tetapi juga menjaga efisiensi biaya operasional perusahaan.

Data internal menunjukkan realisasi total belanja Produk Dalam Negeri (PDN) SIG pada 2025 telah mencapai Rp21,79 triliun. Angka fantastis ini setara dengan 93,47% dari total belanja barang dan jasa perusahaan yang sebesar Rp23,32 triliun.

Inovasi Rendah Karbon

Selain aspek ekonomi, strategi ini juga menyentuh aspek lingkungan. SIG terus memacu pengembangan semen rendah karbon yang memanfaatkan bahan baku domestik. Langkah ini selaras dengan upaya penurunan emisi gas rumah kaca dan efisiensi energi yang menjadi standar industri masa depan.

“Kami memastikan setiap proses bisnis tidak hanya efisien secara finansial, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi penguatan industri nasional dan keberlanjutan lingkungan,” imbuh Vita.

Dengan memperluas kolaborasi bersama pelaku industri domestik, SIG berambisi membangun rantai pasok yang tidak hanya tangguh dan inklusif di dalam negeri, namun juga memiliki daya saing yang mampu berbicara di level global.***