SUMU Malang Raya Dorong UMKM Melek AI lewat Bootcamp #SinauMbois

SUMU Malang Raya Dorong UMKM Melek AI lewat Bootcamp #SinauMbois

MAKLUMAT — Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Malang Raya resmi meluncurkan #SinauMbois AI Bootcamp, program pelatihan enam bulan yang dirancang untuk mempercepat transformasi digital para pelaku usaha Muhammadiyah.

Program yang digelar di Malang Creative Center ini bukan sekadar kursus singkat. Ia bagian dari roadmap SUMU Malang Raya 2025, yang menekankan penguatan kapasitas digital komunitas usaha Muhammadiyah di berbagai sektor. Targetnya jelas: mencetak pengusaha Muhammadiyah yang mampu bersaing, bukan hanya di pasar lokal, tetapi juga di panggung global.

Mentor dengan Jejak Panjang

Nama Lanang Agung, Co-Founder Sarana.Ai, menjadi magnet utama bootcamp ini. Kiprahnya di dunia teknologi kian diperhitungkan setelah perusahaannya memperoleh investasi dari Toto Sugiri, sosok yang kerap dijuluki “Bill Gates-nya Indonesia.” Kehadiran Lanang memberi bobot lebih: ia bukan hanya membawa teori, tapi juga pengalaman langsung membangun startup AI dari nol hingga dipercaya investor kelas kakap.

“AI bukan sekadar tren keren,” tegas Lanang dalam sambutannya. “Ia adalah kebutuhan strategis agar bisnis bisa bertahan di tengah persaingan global. Peserta harus serius memahami bagaimana data diolah agar AI benar-benar produktif.”

Pesan itu sederhana, namun mengandung tantangan: bagaimana mengubah mindset pelaku usaha agar tidak sekadar menganggap AI sebagai jargon, melainkan alat nyata untuk mengoptimalkan bisnis.

Kurikulum Aplikatif

Bootcamp ini dirancang komprehensif. Dari dasar-dasar AI, metode penerapan di operasional harian, hingga tahap akhir berupa pembuatan solusi AI yang terpersonalisasi sesuai kebutuhan masing-masing usaha. Peserta ditargetkan tidak hanya paham teori, tetapi pulang dengan “produk digital” yang bisa langsung digunakan untuk mendukung usaha mereka.

Baca Juga  SUMU Malang Raya Bahas Strategi Bisnis dan Visi 2045 dalam Halalbihalal

Bagi SUMU Malang Raya, inilah jawaban atas tantangan era digital. “Digitalisasi bukan lagi opsi, melainkan kebutuhan mendesak,” ujar Ketua SUMU Malang Raya, Osman Nur Chaidir. “Lewat #SinauMbois, kami ingin memberi keterampilan nyata agar pelaku usaha Muhammadiyah tetap relevan dan kompetitif.”

Tonggak Baru Ekonomi Muhammadiyah

Lebih dari sekadar pelatihan, bootcamp ini dianggap sebagai ruang kolaborasi. Para peserta—yang datang dari beragam sektor, mulai kuliner, fashion, hingga jasa—didorong untuk saling berbagi pengalaman, sekaligus merumuskan masa depan bersama.

SUMU optimistis program ini akan menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasi digital Muhammadiyah. Harapannya sederhana namun besar: lahir pengusaha Muhammadiyah yang melek teknologi, mampu menembus pasar luas, dan ikut memperkuat ekosistem ekonomi berbasis teknologi di Indonesia.

“Ini bukan akhir, melainkan awal,” tutur Osman. “Awal dari tradisi baru: pelaku usaha Muhammadiyah yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga tangguh menghadapi industri masa depan.”***

*) Penulis: Edi Aufklarung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *