Super Flu Mengintai Sekolah, Komisi X Desak Prokes Diterapkan Lagi

Super Flu Mengintai Sekolah, Komisi X Desak Prokes Diterapkan Lagi

MAKLUMAT — Meningkatnya kasus influenza A (H3N2) atau super flu memicu kekhawatiran di lingkungan pendidikan. Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKB, Habib Syarief, meminta sekolah-sekolah kembali menerapkan protokol kesehatan secara disiplin untuk mencegah penularan di kalangan siswa.

Habib menilai sekolah menjadi salah satu ruang publik dengan tingkat interaksi tinggi sehingga rawan menjadi klaster penyebaran penyakit. Karena itu, langkah antisipasi dinilai perlu segera diambil.

“Kasus super flu tidak bisa dianggap sepele. Sekolah adalah tempat berkumpulnya banyak anak setiap hari. Jika tidak diantisipasi, risiko penularan bisa meningkat,” ujar Habib dalam keterangan tertulis dari  Jakarta, Sabtu (10/1).

Menurutnya, anak-anak termasuk kelompok rentan terhadap penyakit menular. Lingkungan sekolah yang padat aktivitas memerlukan perlindungan ekstra agar kegiatan belajar mengajar tetap berlangsung aman.

Habib mendorong sekolah mengaktifkan kembali protokol kesehatan dasar, seperti penggunaan masker dan kebiasaan mencuci tangan. Ia menekankan agar fasilitas cuci tangan yang sudah tersedia benar-benar dimanfaatkan.

“Siswa perlu dibiasakan mencuci tangan minimal 20 detik dengan sabun sebelum masuk kelas. Ini sederhana, tapi sangat efektif,” katanya.

Selain itu, penggunaan masker juga dinilai masih relevan untuk menekan risiko penularan virus yang menyebabkan demam, nyeri sendi, dan gangguan pernapasan.

Ia juga mengingatkan peran penting orang tua dalam pencegahan. Habib meminta orang tua tidak memaksakan anak yang sedang sakit untuk tetap masuk sekolah. “Kalau anak sakit, sebaiknya istirahat di rumah dulu. Ini penting agar tidak menularkan ke teman-temannya,” tegasnya.

Baca Juga  Surabaya Siaga Super Flu, Warga Diimbau Tetap Tenang

Habib menambahkan, sosialisasi tentang super flu perlu digencarkan kepada siswa, guru, dan orang tua agar tidak menimbulkan kepanikan, tetapi meningkatkan kewaspadaan. “Ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan agar semua pihak lebih siap dan sadar menjaga kesehatan,” ujarnya.

Sebagai langkah jangka menengah, Habib juga mendorong Kementerian Kesehatan mempertimbangkan program vaksinasi influenza di sekolah.

“Vaksinasi adalah pencegahan yang efektif. Perlu sinergi antar-kementerian agar program ini bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

Apa Itu Super Flu? Ini Penjelasan Medisnya

Belakangan istilah super flu ramai dibicarakan di media massa dan media sosial. Banyak masyarakat bertanya-tanya apakah ini virus baru, lebih berbahaya, atau bahkan berpotensi menjadi pandemi baru.

Dari perspektif medis, istilah super flu sebenarnya bukan istilah resmi dalam dunia kesehatan. Istilah ini digunakan secara populer untuk menggambarkan lonjakan kasus influenza yang tinggi, dengan gejala yang dirasakan lebih berat dan waktu pemulihan lebih lama dibanding flu musiman biasa.

Fenomena ini seperti dilansir laman RS Radjiman Wediodiningrat Lawang,  berkaitan dengan dominasi varian terbaru virus influenza A (H3N2) yang dikenal sebagai subclade K. Varian ini merupakan hasil mutasi alami dari virus influenza musiman yang sudah lama dikenal, namun kini menjadi lebih dominan dalam penyebaran di sejumlah negara seperti Amerika Serikat, Inggris, Jepang, dan kawasan Eropa.

Kementerian Kesehatan RI mencatat varian ini telah terdeteksi di Indonesia sejak 25 Desember 2025.

Baca Juga  Pro-Kontra Etanol sebagai Bahan Bakar Alternatif, Dosen UMM Beri Penjelasan Ilmiah

Bukan Virus Baru, Tapi Varian Influenza Musiman

Para pakar menegaskan bahwa super flu bukan virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang mengalami perubahan genetik kecil sehingga lebih mudah menyebar di masyarakat.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga telah memasukkan varian ini dalam sistem pengawasan influenza global. Namun hingga kini belum ada bukti ilmiah bahwa subclade K lebih mematikan atau menyebabkan tingkat keparahan jauh lebih tinggi dibandingkan influenza biasa.

Mengapa Super Flu Jadi Ramai Dibicarakan?

Ada beberapa faktor yang membuat isu ini menjadi sorotan publik:

  1. Lonjakan kasus influenza di luar pola musim biasa, terutama di negara-negara belahan bumi utara.

  2. Dominasi subclade K, yang membuat strain ini paling banyak terdeteksi di laboratorium.

  3. Laporan masyarakat tentang gejala yang terasa lebih berat, seperti demam tinggi dan kelelahan berkepanjangan.

Kombinasi faktor ini memunculkan istilah populer super flu, meskipun secara medis tetap dikategorikan sebagai influenza musiman.

Gejala Super Flu yang Perlu Diwaspadai

Gejala super flu pada dasarnya sama dengan influenza, antara lain:

  • Demam tinggi dan menggigil

  • Batuk dan pilek

  • Nyeri otot dan sakit kepala

  • Kelelahan ekstrem

  • Sakit tenggorokan dan gangguan pernapasan ringan

Sebagian pasien melaporkan gejala berlangsung lebih lama dibanding flu biasa.

Apakah Super Flu Berpotensi Menjadi Pandemi?

Para ahli menyatakan saat ini tidak ada indikasi super flu menjadi pandemi baru, karena:

  • Masih termasuk influenza musiman.

  • Belum menunjukkan tingkat keparahan atau kematian yang luar biasa.

  • Sistem kesehatan global telah terbiasa menangani influenza setiap tahun.

Baca Juga  Tekankan Akademik, Kreativitas Tinggi, dan Kompetensi, Mendikdasmen Ajak Jadi Mahasiswa ACC

Langkah Pencegahan Tetap Penting

Untuk melindungi diri dari super flu, masyarakat dianjurkan:

  • Vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan.

  • Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti mencuci tangan, etika batuk, dan memakai masker saat sakit.

  • Segera periksa ke fasilitas kesehatan bila gejala berat.

Super flu adalah istilah populer untuk menyebut lonjakan kasus influenza akibat dominasi varian subclade K dari virus influenza A (H3N2). Meski penyebarannya cepat dan sebagian gejala terasa lebih berat, ini bukan virus baru dan bukan pandemi baru. Pencegahan paling efektif tetap melalui PHBS dan vaksinasi influenza. ***

*) Penulis: Edi Aufklarung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *