MAKLUMAT — Anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Neng Eem Marhamah Zulfa, meminta pemerintah menggencarkan sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sebagai langkah pencegahan penularan virus influenza A (H3N2) subklad K alias superflu.
Menurutnya, upaya pencegahan harus menjadi prioritas, mengingat superflu dilaporkan telah menginfeksi sejumlah negara, mulai dari China, Korea Selatan, Jepang, Singapura, hingga Indonesia. Ia menegaskan, pemerintah harus melakukan langkah antisipasi tanpa menunggu terjadinya lonjakan kasus.
Kementerian Kesehatan (Kemkes), kata dia, berperan penting dalam hal ini untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan penularan virus pernapasan, termasuk superflu yang belakangan mulai naik.
“Kami meminta pemerintah, khususnya Kementerian Kesehatan, melakukan langkah antisipasi sejak dini. Sosialisasi penggunaan masker di ruang publik sangat penting karena terbukti efektif menekan penularan virus pernapasan, termasuk influenza,” ujar Neng Eem dalam keterangannya, Selasa (6/1/2025).
Ia menjelaskan, penggunaan masker merupakan langkah kesehatan masyarakat yang berbasis bukti ilmiah. Masker dinilai mampu mengurangi risiko penularan melalui droplet dan aerosol, terutama di ruang publik yang padat, transportasi umum, fasilitas pelayanan kesehatan, serta area dengan sirkulasi udara terbatas.
Memastikan Kesiapan Faskes
Selain pencegahan di tingkat masyarakat, Neng Eem juga menyoroti kesiapan fasilitas kesehatan. Menurutnya, pemerintah harus memastikan kesiapan tenaga medis, ketersediaan alat pelindung diri, sistem deteksi dini, hingga mekanisme penanganan pasien.
“Kesiapan faskes (fasilitas kesehatan) menjadi faktor penentu agar kasus tidak melonjak. Ini bukan upaya menakut-nakuti masyarakat, melainkan bentuk perlindungan negara terhadap kesehatan publik,” tegasnya.
Lebih lanjut, Neng Eem menyebut bahwa berdasarkan data per 31 Desember 2025, tercatat setidaknya 62 kasus superflu di Indonesia yang tersebar di delapan provinsi. Kasus terbanyak ditemukan di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat.
Menurutnya, data tersebut harus menjadi alarm atau peringatan bagi pemerintah untuk lebih memperkuat langkah pencegahan.
“Pencegahan lebih murah dan lebih efektif dibanding penanganan ketika kasus sudah meluas. Koordinasi lintas sektor dan kesiapan layanan kesehatan tidak boleh ditunda,” tandasnya.
Dorong Imunisasi Influenza
Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada dengan disiplin menerapkan langkah pencegahan. Selain penggunaan masker, ia mendorong imunisasi influenza sebagai bagian dari upaya perlindungan kesehatan.
“Imunisasi influenza dapat menurunkan risiko keparahan jika terinfeksi. Penggunaan masker, kesiapan faskes, dan imunisasi harus berjalan bersamaan agar dampak superflu dapat ditekan,” pungkas Neng Eem.