Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) saat sowan atau berkunjung ke sesepuh NU dan pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, KH M. Anwar Manshur, Kamis (27/11/2025). (Foto: PBNU)
Ketua Umum PBNU KH Yahya Staquf atau Gus Yahya (kiri) dan Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul (kanan) sebelum konflik PBNU pecah. (Foto: Dok)
Tangkapan layar hasil audit Kantor Akuntan Publik Permadi, Azwir, dan Abimail (GPAA) ke Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf berjudul "Analisis Atas Laporan Penerimaan dan Pengeluaran Beserta Laporan Auditor Atas Prosedur Yang Disepakati Periode 1 Januari-31 Desember 2022" (Dok: inilah)
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat Ketua Umum mulai 26 November 2025. Wewenang Ketum dialihkan ke Rais Aam hingga rapat pleno digelar. (Foto: Dok Gus Yahya)
Tokoh muda NU, Nadirsyah Hosen (Gus Nadir) menilai dualisme legitimasi antara Rais ‘Aam dan Ketua Umum yang sama-sama dipilih melalui Muktamar, membuat garis komando tidak berjalan efektif hingga berbulan-bulan. (Foto: Dok NU)
KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) memberikan keterangan pada awak media usai pertemuan dengan PWNU se-Indonesia di Surabaya, Minggu (23/11) dini hari. (Foto: SS)
Empat tokoh muda Nahdlatul Ulama berpotensi memimpin PBNU pada muktamar 2026 di Surabaya. Dari kiri ke kanan: KH Imam Jazuli (Gus Imam), KH Abdussalam Sohib (Gus Salam), KH Muhammad Faiz Syukron (Gus Faiz) dan KH Abdul Ghoffar Rozin (Gus Rozin). (Foto: Ist)