MAKLUMAT — Kolaborasi antara Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 88 Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya dan Karang Taruna Desa Siser, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan, menghadirkan suasana berbeda pada Sabtu (18/7/2026).
Untuk pertama kalinya, mahasiswa KKN, Karang Taruna, pemerintah desa, dan warga menggelar kerja bakti bersama sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan sekaligus memperkuat semangat gotong royong di desa.
Kerja bakti difokuskan pada pembersihan jalan desa, fasilitas umum, serta sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi penumpukan sampah. Sejak pagi, peserta membawa peralatan kebersihan masing-masing dan membagi pekerjaan agar seluruh lokasi dapat dibersihkan secara bersama-sama.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan itu juga menjadi ruang pertemuan antara mahasiswa dan masyarakat selama masa pengabdian di Desa Siser. Koordinator KKN 88 UINSA, Dimas Alif, mengatakan kerja bakti menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan nyaman.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi kebersihan lingkungan, tetapi juga mempererat hubungan mahasiswa dengan warga selama pelaksanaan KKN.
“Kerja bakti ini tidak hanya bertujuan menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong serta membangun kedekatan antara mahasiswa KKN dengan masyarakat Desa Siser,” katanya.
Kolaborasi itu mendapat sambutan positif dari Karang Taruna Desa Siser. Anggota Karang Taruna, Muhammad Jefri, menilai kegiatan tersebut menjadi pengalaman baru karena selama ini belum pernah ada kerja sama serupa antara Karang Taruna dan mahasiswa KKN. Menurutnya, kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan itu menjadi modal penting untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial di desa.
“Kegiatan seperti ini sebelumnya belum pernah dilakukan antara Karang Taruna dengan mahasiswa KKN. Ini merupakan langkah baru yang dilakukan bersama di Desa Siser. Semoga ke depannya kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan semakin mempererat tali silaturahmi antara kami dengan mahasiswa yang sedang melaksanakan KKN di desa ini,” ujarnya.
Suasana gotong royong berlanjut setelah kerja bakti selesai. Mahasiswa KKN bersama pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat memasang banner larangan membuang sampah sembarangan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi pembuangan sampah liar. Mereka juga memasang palang bertuliskan “Selamat Datang di Desa Siser” di titik strategis sebagai penanda identitas desa.
Pemasangan banner dilakukan sebagai media edukasi agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan sekaligus membangun kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan. Sementara itu, keberadaan palang ucapan selamat datang diharapkan memberikan kesan yang lebih baik bagi masyarakat maupun pengunjung yang memasuki wilayah Desa Siser serta memperkuat citra desa yang bersih, tertata, dan peduli terhadap lingkungan.
Seluruh proses pemasangan dilakukan secara gotong royong, mulai dari menentukan lokasi, memasang tiang, hingga memasang banner dan palang. Mahasiswa KKN berharap fasilitas tersebut tidak hanya menjadi sarana informasi, tetapi juga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Mereka juga berharap kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, Karang Taruna, dan masyarakat dapat menjadi langkah awal untuk membangun partisipasi warga dalam berbagai kegiatan sosial dan lingkungan sehingga semangat gotong royong tetap terjaga sebagai budaya di Desa Siser.
Anggota Karang Taruna Desa Siser, Zaka, mengatakan pihaknya akan menjaga fasilitas yang telah dipasang sekaligus melanjutkan upaya menjaga kebersihan lingkungan setelah program KKN berakhir.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Mahasiswa KKN Kelompok 88 UINSA yang telah mengabdikan diri kepada masyarakat Desa Siser. Kami berharap dapat menjaga fasilitas yang telah dipasang ini serta terus konsisten melakukan kegiatan pembersihan dan memantau permasalahan sampah yang masih belum terkelola dengan baik. Semoga secara bertahap permasalahan sampah di Desa Siser dapat teratasi,” ujar Zaka.
*) Penulis: Fauzan Yusuf












