MAKLUMAT – Energi matahari kini dimanfaatkan untuk mengoperasikan mesin penetas telur semi-otomatis. Tim pengabdian Universitas Dr. Soetomo Surabaya dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya melatih masyarakat memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) bersama mitra Kandang Bambu, 1 Agustus 2026.
Pelatihan tersebut berlangsung di Desa Sebani, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan bertajuk “Pelatihan Instalasi PLTS sebagai Sumber Energi Alternatif Mesin Penetas Telur Semi-Otomatis” itu merupakan bagian dari Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun pendanaan 2026.

Kegiatan diketuai Dr. Dra. Ardianik, M.Kes., M.Pd., dengan anggota pelaksana Ir. Aris Heri Andriawan, ST., MT. dan Dra. Andry Herawati, MM. Pelatihan menyasar peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan energi surya sebagai sumber energi alternatif untuk mendukung operasional mesin penetas telur semi-otomatis.
Peserta mempelajari komponen PLTS dan fungsi setiap perangkat. Materi juga mencakup sistem kelistrikan, instalasi, pengoperasian, serta pemeliharaan dasar.
Ketua pelaksana Dr. Dra. Ardianik, M.Kes., M.Pd. mengatakan, pemanfaatan PLTS diharapkan memberikan alternatif sumber energi yang lebih ramah lingkungan sekaligus mendukung kegiatan produktif masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, masyarakat diharapkan tidak hanya mampu menggunakan mesin penetas telur, tetapi juga memahami cara memanfaatkan energi surya secara mandiri dan aman untuk mendukung kegiatan peternakan,” ujarnya.
Setelah mendapatkan materi, peserta langsung mengikuti praktik instalasi PLTS dan penerapannya pada mesin penetas telur semi-otomatis. Tim pelaksana juga memberikan pendampingan agar mitra mampu mengoperasikan dan melakukan pemeliharaan dasar sistem secara mandiri.
Bagi Kandang Bambu, teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi proses penetasan telur. Pemanfaatan PLTS juga membuka peluang pengembangan usaha peternakan berbasis energi terbarukan.
Penggunaan energi matahari sekaligus menjadi langkah untuk mendorong kemandirian energi di tingkat masyarakat. Teknologi tepat guna tersebut diharapkan mendukung kegiatan produktif yang efisien, mandiri, dan berkelanjutan.
Kolaborasi Universitas Dr. Soetomo Surabaya, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, dan Kandang Bambu menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menghadirkan teknologi yang aplikatif dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Inovasi PLTS tersebut diharapkan terus dikembangkan untuk mendukung kegiatan produktif masyarakat, khususnya di bidang peternakan.
Program ini didanai melalui Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) tahun 2026 oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.(*)













