MAKLUMAT – PT Terminal Teluk Lamong (TTL) Group mencatat arus peti kemas padasemester I tahun 2026 mencapai 1.474.492 TEUs. Realisasi ini tumbuh 13,3 persen dari tahun lalu, yang tercapai 1.301.402 TEUs.
Kinerja positif tersebut terutama ditopang pertumbuhan arus peti kemas internasional yang meningkat hampir dua kali lipat secara tahunan atau year on year (y-o-y).
Direktur Utama PT Terminal Teluk Lamong, David Pandapotan Sirait, menegaskan bahwa peran TTL Group cukup kuat dalam mendukung kelancaran rantai pasok.
“Pertumbuhan sektor logistik nasional Semester I 2026 menjadi katalis positif bagi aktivitas kepelabuhanan. Kami akan terus mengakselerasi transformasi Perusahaan untuk meningkatkan layanan,” kata David, Rabu 22 Juli 2026.
TTL Group akan memperkuat transformasi layanan melalui pemanfaatan teknologi digital, peningkatan produktivitas, serta penguatan kualitas layanan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan
Dari sisi operasional, tumbuhnya kinerja ini tak lepas dari ekspansi layanan internasional di TPK Teluk Lamong. Dampaknya vessel call (kunjungan kapal) internasional menjadi 255 call hingga Semester I 2026.
Realisasi initumbuh hampir 60 persen secara tahunan, di mana kunjungan kapal tahun sebelumnya terdapat 160 call.
Kontribusi positif juga datang dari TPK Nilam yang mencatat pertumbuhan throughput sebesar 21,07 persen secara tahunan. Kinerja tersebut tak lepas dari implementasi express anchorage zone service (EAZI).
Program ini mampu meningkatkan efisiensi layanan kapal yang tercermin dari kenaikan vessel call TPK Nilam menjadi 399 call pada Semester I 2026, dibandingkan 383 call pada Semester I 2025. Secara otomatis aktivitas ini turut mendorong pertumbuhan arus peti kemas di TPK Nilam.
Keberhasilan implementasi EAZI di TPK Nilam akan diaplikasikan di TPK Berlian. Implementasi ini untuk mempercepat proses pelayanan kapal, meningkatkan produktivitas operasional, serta memperkuat daya saing layanan terminal.
“Ke depan kami akan terus memperluas konektivitas maritim guna mendukung kelancaran distribusi logistik nasional dan memperkuat daya saing, melalui Pelabuhan Tanjung Perak,” ujar David.
Terminal Teluk Lamong Group akan memperkuat inisiatif strategis pada semester kedua tahun ini. Beberapa di antaranya meningkatkan produktivitas, optimalisasi layanan digital, hingga perluasan konektivitas maritim.
“Kami optimistis dapat mencapai target, sekaligus menjadikan sebagai operator terminal peti kemas modern, efisien, dan berkelanjutan,” pungkas David.














