Tiga Hari Pelabuhan Ketapang Macet, Antrean Kendaraan Capai 6 Kilometer

pelabuhan ketapang

MAKLUMAT – Kemacetan di jalan menuju Pelabuhan Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, beberapa hari terakhir belum terurai. Hingga Sabtu (6/6/2026) dini hari, antrean kendaraan yang hendak menyeberang ke Pulau Bali itu masih mengular.

Kemacetan sudah terjadi terjadi sejak Kamis (4/6/2026). Bahkan, pada Jumat (5/6/2026) pagi, panjang antrean mencapai sekitar 6 kilometer dengan posisi ekor di wilayah Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi.

Hasan, warga Kecamatan Banyuwangi yang bekerja di Wongsorejo, mengatakan bahwa panjang antrean kendaraan yang mengular sudah mencapai Desa Bangsring. Kebanyakan didominasi truk dan bus. Tapi, tidak sedikit mobil pribadi juga terjebak kemacetan.

”Dari arah Banyuwangi masih bisa menuju Wongsorejo pakai mobil, tetapi baliknya harus antre dari Bangsring,” kata Hasan pada Jumat (5/6/2026) .

Pantauan Maklumat.id pada Jumat (5/6/2026) malam hingga Sabtu (6/6/2026) dini hari, kendaraan yang memadati halaman parkir Pelabuhan ASDP Ketapang meluber hingga jauh keluar jalan di depan pelabuhan arah utara. Kendaraan besar mendominasi, seperti truk jumbo dan medium yang mengangkut logistik. Ada juga bus yang terjebak dalam barisan kemacetan.

Beredar spekulasi mengenai pemicu kemacetan pelabuhan penyeberangan Jawa-Bali tersebut. Awalnya, para sopir truk menduga antrean panjang kendaraan yang hendak menyeberang disebabkan faktor cuaca di Selat Bali, seperti ombak besar. Namun, dugaan itu tidak terbukti. Situasi laut tampak normal dan tidak ada peringatan dari BMKG.

Baca Juga  Naik Helikopter, Kepala Basarnas Bersama Gubernur Jatim Tinjau Pelabuhan Ketapang Jelang Tahun Baru

Sebelumnya, pada akhir Mei 2026 memang sempat terjadi kemacetan panjang akibat kondisi air laut di Selat Bali yang surut. Akibatnya, kapal feri jenis Landing Craft Tank (LCT)  tidak bisa berlayar. Lantaran air laut di Pantai Ketapang dan Gilimanuk surut, kapal bakal kandas di Pelabuhan Landing Craft Machine (LCM).

Potensi kemacetan di Pelabuhan ASDP Ketapang pada akhir Mei 2026 lalu sempat dibahas dalam rapat koordinasi di Mapolres Banyuwangi. Rapat para pihak terkait tersebut membahas skenario untuk mengatasi kemacetan di jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk.

”Kami berupaya bersama para stakeholder untuk mencari jalan keluar dan merumuskan skenario, bagaimana mengurai kemacetan di Pelabuhan Ketapang,” kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan kepada awak media usai rapat koordinasi.

Sementara itu, ada dugaan lain yang menyebabkan kemacetan. Yakni, waktu tunggu kepengurusan dokumen kapal yang dilakukan secara online. Dokumen digital yang dilaporkan oleh petugas kapal mewajibkan adanya laporan tonase dan seluruh jumlah penumpang secara faktual satu per satu.  Akibatnya,  waktu layar kapal dari dermaga molor lebih dari 30 menit. Sedangkan, aturan waktu bongkar muat hanya sekitar 15 menit.

”Katanya, kapal harus mengurus laporan dokumen online. Yang bikin jadi lama karena satu-satu  harus dilaporkan,” kata Fatoni, sopir truk yang ditemui di Pelabuhan Ketapang pada Jumat (5/6/2026) pagi.

Baca Juga  Banyuwangi Jadi Titik Kritis Nataru, Menhub Siapkan Tol hingga Buffer Zone

Hingga Jumat malam belum ada penjelasan resmi dari operator Pelabuhan ASDP Ketapang mengenai penyebab kemacetan panjang tersebut. Wartawan Maklumat.id sedang mencoba melakukan konfirmasi kepada pihak terkait. (*)