MAKLUMAT —Anggota DPRD Jatim, Hj Lilik Hendarwati berpesan bahwa perempuan yang ingin menjadi pemimpin harus memiliki tiga bekal utama, yakni kekuatan fisik yang prima, amanah menjaga kepercayaan, dan luas membangun jejaring.
Hal itu ia sampaikan saat menerima audiensi Bidang Immawati PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kota Surabaya di Ruang Fraksi PKS Gedung DPRD Jatim, Senin (13/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Lilik yang juga adalah Ketua Fraksi PKS DPRD Jatim periode 2024-2029 itu berbagi pengalaman nyata sebagai pemimpin perempuan di tengah dunia politik yang didominasi laki-laki. Ia lalu membagikan tiga hal yang harus disiapkan bagi seorang pemimpin.
Pertama adalah soal kekuatan. Lilik berbicara dari pengalaman langsung. Padatnya jadwal sebagai anggota dewan yang menurutnya berjalan 24 jam nonstop menuntut kondisi tubuh yang selalu prima, dan itu hanya bisa dijaga dengan disiplin menjaga kesehatan.
“Kuat menjadi kunci utama; kuat fisik, sehat jasmani. Menjadi pemimpin perempuan memang kita diminta untuk kuat, mempersiapkan tubuh yang kuat dan sehat sebagai bekal saat berkegiatan di luar. Setidaknya dalam sehari 30 menit sempat berolahraga. Menjadi seorang dewan itu banyak sekali kegiatannya, 24 jam nonstop, selalu siap sedia merespons setiap persoalan warga,” ujar Lilik.
Selain kekuatan fisik, Lilik menekankan bahwa amanah menjadi pilar kedua yang tidak bisa diabaikan. Kepercayaan warga yang melapor dan meminta solusi, menurutnya, harus dijawab dengan tindakan nyata, bukan sekadar didengar.
“Yang kedua, selain harus kuat, menjadi pemimpin perempuan harus amanah, pemimpin yang selalu terbuka untuk warga. Kita sebagai pemimpin harus mencarikan solusi yang tepat dan memastikan juga bahwa solusi tersebut sampai pada warga,” tegasnya.
Pilar ketiga yang ia soroti adalah luasnya jejaring sosial. Bagi Lilik, kemampuan membangun relasi lintas kalangan bukan sekadar modal politik, melainkan kebutuhan nyata seorang pemimpin perempuan yang ingin gerakannya berdampak luas.
“Memiliki jejaring sosial yang luas itu penting. Seperti Immawati yang membuat acara dan kegiatan yang bagus dan bermanfaat, bagaimana kalian bisa menyampaikan kepada atasan untuk mengajak kerja sama, menyalurkan komunikasi, membangun sinergi bersama yang kuat,” katanya.
Di balik perannya sebagai satu-satunya perempuan dari Fraksi PKS di tengah politisi laki-laki, Lilik juga berbagi bahwa kepemimpinan tidak pernah membuatnya menanggalkan peran domestiknya. Justru dari rumah, ia membuktikan bahwa dukungan orang tua adalah kekuatan yang nyata.
“Hal ini tidak membuat saya kehilangan peran dalam rumah, mendukung dan mendorong anak-anak saya untuk berprestasi. Kalau di rumah, seperti ibu dan anak begitu,” pungkasnya.
Dalam pertemuan ini, Bidang Immawati PC IMM Kota Surabaya juga turut membawa policy brief berisi program-program satu periode ke depan, mulai dari Ruang Aman Muhammadiyah, Immawati Goes to School, Diksuswati, hingga advokasi dan pembinaan masyarakat. Semuanya di bawah tagline Immawati Penggerak.
Bidang Immawati PC IMM Kota Surabaya juga berharap agar pertemuan ini menjadi bagian dari menjaga tali silaturahmi sekaligus sebagai langkah strategis membangun sinergi antara organisasi perempuan Muhammadiyah dan lembaga legislatif daerah.
*) Penulis: Nasywa Athirah













