Tiga Roh Gerakan Muhammadiyah Hingga Mampu Melintas Zaman Menurut Wamen Haji dan Umrah

Tiga Roh Gerakan Muhammadiyah Hingga Mampu Melintas Zaman Menurut Wamen Haji dan Umrah

MAKLUMAT — Wakil Menteri (Wamen) Haji dan Umrah, Dahnil Anzar Simanjuntak, menyampaikan sejumlah pesan penting ketika menghadiri Resepsi Milad ke-113 Muhammadiyah di Bojonegoro, Sabtu (29/11/2025).

Dalam kegiatan yang dilangsungkan di Halaman Stadion Letjend H Sudirman tersebut, pria yang juga pernah menjabat Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2014-2018 itu menilai bahwa keberhasilan Muhamadiyah melintas zaman disebabkan oleh karakteristik yang menjadi roh gerakan.

Di hadapan ribuan warga Persyarikatan se-Bojonegoro, Dahnil mengungkapkan tiga roh yang menjiwai gerakan Muhammadiyah hingga mampu lahir, tumbuh, berkembang, dan maju selama ratusan tahun.

“Roh pertama gerakan Muhammadiyah adalah tajdid. Tajdid adalah roh untuk melakukan pembaruan. Muhammadiyah senantiasa melakukan perubahan dan senantiasa adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya.

Meskipun Muhammadiyah senantiasa adaptif terhadap perubahan, bukan berarti Muhammadiyah tercerabut dari akarnya. Pembaruan yang dilakukan Muhammadiyah tidak harus melepaskan diri dari nilai-nilai dasar utama.

Roh kedua yang menjiwai Muhammadiyah adalah roh jihad dan bersungguh-sungguh. Beramal yang disertai kesungguhan menjadi dasar Muhamamdiyah menyelenggarakan sekolah, rumah sakit, dan berbagai amal usaha lainnya di berbagai sektor.

“Roh ketiga yang menjadi jiwa Muhammadiyah adalah keikhlasan atau ruhul ikhlas. Warga Muhammadiyah itu memiliki keikhlasan luar biasa,” tandas pria yang merupakan politisi Partai Gerindra itu.

Dahnil menandaskan bahwa berbagai amal usaha yang didirikan oleh ranting, cabang, maupun daerah Muhammadiyah, seluruhnya merupakan kepemilikian atas nama Pimpinan Pusat Muhammadiyah, yang kian mempertegas komitmen serta keikhlasan warga Persyarikatan.

Baca Juga  Sambut Idulfitri 1446 H dengan Nyaman, Simak Pesan Wakil Ketua PWM Jatim Berikut!

“Bapak/ibu, seluruh aset Amal Usaha Muhammadiyah berupa sekolah, rumah sakit, dan lainnya itu seluruh aset-asetnya secara resmi atas nama Muhammadiyah. Itu menunjukkan roh keikhlasan warga Muhammadiyah,” tegasnya.

Roh ikhlas itulah, kata Dahnil, yang harus senantiasa dijaga oleh pengurus Muhammadiyah. Tanpa adanya roh ikhlas, maka akan terjadi rebutan jabatan, perkelahian, dan konflik akan menjadi potensi merusak.

“Kalau bapak dan ibu ingin melihat potret ruhul ikhlas, maka datanglah ke Ranting dan Cabang Muhammadiyah. Mereka itu adalah orang yang tidak peduli jabatan, mereka hanya peduli bagaimana caranya beramal di Muhammadiyah,” tandasnya.

*) Penulis: Khoirun Nash

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *